LUWU UTARA -
Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kemarin malam menyebabkan 296 gardu listrik dipadamkan sementara oleh
PLN dengan total pelanggan 29.597. Ratusan gardu listrik itu dipadamkan pada pukul 23.00 Wita malam kemarin.
Dalam update terbaru, PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar telah melakukan perbaikan dan penormalan sebanyak 58 gardu listrik dengan total 7.079 pelanggan.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Ribuan Rumah Warga di Masamba General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu menambahkan, masih ada sekitar 238 gardu listrik yang dipadamkan sementara hari ini, Selasa (14/7/2020) hingga pukul 09.30 Wita.
“Kemarin, kami mulai mengamankan 296 gardu listrik agar tidak dialirkan terlebih dahulu ke lokasi-lokasi yang terendam banjir, demi keselamatan. Namun PLN telah melakukan perbaikan dan penormalan sebanyak 58 gardu listrik, itu artinya sekitar 238 gardu listrik masih dipadamkan sementara, dengan total 22.518 pelanggan hingga kini,“ ujar Ismail.
Baca juga: Cerita Amir Warga Masamba yang Sempat Terbawa Arus Banjir Bandang Sejumlah wilayah yang terkena banjir bandang dan tanah longsor di Lutra di antaranya Kecamatan Rongkong, Kecamatan Masamba, Kecamatan Baebunta, Kecamatan Baebunta Selatan, Kecamatan Malangke Barat, Kecamatan Sabbang. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Masamba, Kecamatan Baebunta, dan Kecamatan Sabbang.
Apabila banjir telah surut, lanjut Ismali, masyarakat dapat menghubungi contact center PLN 123 menginformasikan perkembangan banjir untuk bisa dilakukan pemeriksaan oleh petugas PLN, guna penyalaan aliran listrik kembali.
(luq)