MEDAN - Cara penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), mendapatkan pujian dari Menteri Pertahanan (Menhan),
Prabowo Subianto. Pujian itu disampaikan
Prabowo di hadapan ribuan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodam I/Bukit Barisan.
Baca juga: Kembangkan Alat Komunikasi Baru, Prabowo Berharap Seluruh Babinsa Terkoneksi Prabowo menyebut, cara Presiden Jokowi menangani pandemi Covid-19, berhasil membuat Indonesia keluar dari ancaman perpecahan dan gangguan keamanan. Keputusan Presiden Jokowi menolak tekanan badan kesehatan dunia (WHO), untuk melakukan karantina wilayah secara penuh (lockdown), dinilai
Prabowo adalah keputusan yang tepat.
Keputusan yang diambil Presiden Jokowi, dengan menolak karantina wilayah secara penuh, menurut
Prabowo membuat Indonesia mampu bertahan, dan mampu relatif lebih baik menangani dampak pandemi Covid-19, dibandingkan negara lain.
Baca juga: Tangan Diborgol, Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi: Saya Tak Tahu Kenapa Ditangkap "Kita waktu itu ditentang oleh banyak negara. Termasuk PBB melalui WHO, yang meminta kita harus lockdown. Tapi Presiden Jokowi tidak mau lockdown penuh. Keputusan itulah yang membuat kita tidak ambruk seperti negara lain," sebut
Prabowo. Bahkan kata
Prabowo, China menghendaki lockdown penuh, akhirnya harus menyerah karena rakyatnya tidak terima. Rakyat China melakukan aksi turun ke jalan, untuk melakukan protes.
Baca juga: Pagi Ini Sejumlah Titik di Manado Diterjang Banjir Akibat Hujan Lebat "Bayangkan, negara komunis, negara yang hanya punya satu partai. Yang bisa dikatakan tidak ada demokrasi, tidak ada tawar-menawar, akhirnya menyerah pada rakyatnya. Dalam waktu cukup lama, tiga tahun," jelasnya.
"Bukan kita membanding-bandingkan. Semua negara punya sistem masing-masing. Kita hormati tiap negara. Saya bermaksud mengatakan, bahwa kebijakan yang diambil presiden kita di awal, ternyata inilah yang membuat kita bisa menghadapi Covid-19 lebih baik dari banyak negara lain," tandasnya.
(eyt)