NATUNA - Warga di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), sejak satu bulan terakhir mengalami kesulitan untuk mendapatkan
Minyakita. Minyak goreng murah seharga Rp14 ribu per liter, yang merupakan program dari Kementrian Perdagangan (Kemendag) tersebut, sudah langka di pasaran.
Baca juga: Duh! Gara-gara Langka, Sekarang Beli Minyakita Wajib Pakai KTP Kondisi kelangkaan minyak goreng murah
Minyakita ini, membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Natuna, berencana meminta bantuan Badan Urusan Logistik (Bulog) Ranai, dengan melayangkan surat resmi.
Kepala Disperindag Kabupaten Natuna, Marwan Saputra mengatakan, minyak goreng
Minyakita sudah langka sejak satu bulan lalu. Hal itu disebabkan produksi minyak goreng yang tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. "Di Natuna kosong sudah sejak sebulan lalu. Kalaupun ada, tidak terlalu banyak. Mungkin produksinya tidak mencukupi," ujar Marwan Saputra, Senin (6/2/2023).
Baca juga: Kisah Pilu Ronggolawe, Prajurit Pemberani Majapahit tapi Berakhir Tragis Menurutnya, minyak goreng
Minyakita yang langka itu terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, Disperindag Kabupaten Natuna, akan mengirimkan surat kepada Bulog Ranai agar secepatnya mendatangkan
Minyakita ke Natuna. "Kita akan surati Bulog. Sejauh ini, Bulog tetap berusaha karena mereka punya koneksi ke Jakarta, tapi kondisi persediaan juga tak ada," katanya.
Di samping itu, penyaluran minyak goreng
Minyakita ke Natuna, bisa menggunakan tol laut jika sudah tersedia dari pusat. Hal itu dinilai cepat dan efektif kalau menghadapi kendala dalam pengiriman.
Baca juga: Kisah Pakubuwono III Dikejar Putri Madura Sambil Menghunus 2 Pusaka, Lari Terbirit-birit hingga Celananya Lepas Selain itu, Disperindag Kabupaten Natuna juga tetap memantau Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dalam penjualan
Minyakita saat ini. Para pedagang bisa menaikan harga dengan sendirinya sesuai hukum ekonomi atau biaya yang dikeluarkan, namun juga tidak memberatkan konsumen.
"Sebenarnya dari pemerintah HET Rp14 ribu per liter. Tapi kalau kosong, mereka bisa naik sendiri. Kita tak bisa permasalahkan HET karena mereka ambil upah angkut dan biaya lainnya," pungkasnya.
(eyt)