JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta
Heru Budi Hartono meminta
Transjakarta menggunakan sistem pengenal wajah atau face recognition. Hal ini menyusul masih terjadinya
pelecehan seksual di bus Transjakarta.
"Coba nanti kita pakai kamera pengawas (CCTV) yang pakai sistem pengenalan wajah (face recognition)," ujar Heru kepada wartawan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2023).
Menurut Heru, jika wajah pelaku pelecehan seksual terdeteksi oleh kamera pengawas akan dilakukan pemblokiran. Sehingga pelaku tidak dapat lagi mengakses layanan Transjakarta.
Baca juga: Pramusapa Transjakarta Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Bus Non-BRT
Heru belum memastikan kapan sistem pengenal wajah ini mulai diterapkan. Untuk itu Heru akan memanggil PT Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub).
"Segera. Saya panggil habis ini Transjakarta dan Dinas Perhubungan DKI," ucapnya.
Sebelumnya, pelecehan seksual terjadi di dalam bus Non-BRT Transjakarta terhadap seorang pelanggan wanita rute Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini pada Sabtu (25/2/2023) sekitar pukul 07.40 WIB.
Korban memberanikan melapor ke petugas Pramusapa Transjakarta sehingga secepat mungkin pelaku berhasil diamankan dan diserahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
Baca juga: Pelecehan di Transjakarta Kian Meresahkan, Heru Budi Minta Pengamanan Ditingkatkan
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Apriastini Bakti Bugiansri mengatakan, kejadian bermula saat korban duduk terlelap di dalam bus, tiba-tiba merasa mendapat pelecehan dari seorang pria yang duduk di sebelahnya.
Mirisnya, korban masih di bawah umur sehingga perlu pendampingan dari orang tua ataupun keluarga saat akan melaporkan kepada polisi.
“Kami juga menghimbau kepada pelanggan untuk berani bersuara dan mengambil sikap untuk segera melaporkannya apabila mengalami tindak pelecehan seksual,” pungkas Apri.
(thm)