floating-Korban Crazy Rich Surabaya...
Korban Crazy Rich Surabaya Capai 25 Ribu Orang, Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan
Korban Crazy Rich Surabaya...
Korban Crazy Rich Surabaya Capai 25 Ribu Orang, Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan
Kamis, 09 Maret 2023 - 06:51 WIB
SURABAYA - Korban robot trading crazy rich Surabaya , Wahyu Kenzo mencapai 25 ribu orang dengan jumlah kerugian sekitar Rp9 triliun. Polda Jatim membuka hotline pengaduan untuk memudahkan masyarakat melapor.

"Masyarakat yang menjadi korban bisa langsung menghubungi nomor 081137802000," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, Rabu (8/3/2023).

Menurutnya, korban dipersilahkan melapor ke nomor tersebut. Jika korbannya warga asing, kata Dirmanto, Polda jatim menggandeng PPATK (Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan).

Baca juga: Ngeri! 25 Ribu Orang Jadi Korban Crazy Rich Surabaya, Kerugian Rp9 Triliun

Diketahui, pelarian crazy rich Surabaya, Wahyu Kenzo berakhir di Kota Malang. Pemilik nama lengkap Dinar Wahyu Saptian Dyfrig pemilik Robot Trading Auto Trade Gold (ATG) tersebut, ditangkap oleh anggota Polres Malang Kota.

Sebelumnya, pengelola PT Pansaky Berdikari itu dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan penipuan dan penggelapan. Saat ini, Wahyu Kenzo yang berstatus tersangka menjalani penahanan di Polda Jatim.

Saat konferensi pers di Polda Jatim, sosok Wahyu Kenzo sempat diperlihatkan. Tampak warga Kecamatan Klojen, Kota Malang itu mengenakan baju tahanan warna oranye. Tangannya terikat dan kakinya hanya beralaskan sandal jepit.
(msd)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Davina Karamoy Penuhi...
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel