JAKARTA -
Polda Metro Jaya telah menggelar rekonstruksi penganiayaan
Mario Dandy Satriyo terhadap D anak pengurus GP Ansor. Sebanyak 40 adegan diperagakan dalam rekonstruksi yang digelar di Kompleks Green Permata Residence, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat (10/3/2023).
"Dari 37 adegan yang kita siapkan, tadi berkembang menjadi 40 adegan. Adegan ke-40 terbagi menjadi dua karena angelnya berbeda, 40 A dan 40 B," ungkap Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengky Haryadi pada wartawan, Jumat (10/3/2023).
Hengki menuturkan,dari 37 reka adegan yang direncanakan polisi, ternyata ada sejumlah adegan tambahan. Adapun adegan tambahan diperoleh penyidik dari saksi-saksi yang turut melakukan adegan rekonstruksi tersebut.
"Ini salah satu fungsi dari rekonstruksi. Salah satu saksi mengatakan ada beberapa angel yang belum kita terima," tuturnya.
Baca: D Terkapar, AG Kekasih Mario Dandy Menolak Ketika Diminta untuk Menolong Korban
Menurut Hengki, rekonstruksi ini membantu penyidik agar kasusnya menjadi terang benderang. Sebelumnya diberitakan, dalam salah adegan Mario Dandy menendang kepala D menggunakan kaki kanan. Sebelum menendang Mario Dandy terlihat mengambil ancang-ancang.
Tersangka Shane dan kekasih Mario yakni, AG hanya menyaksikan Mario Dandy menendang kepala D. Selanjutnya Mario Dandy menginjak kepala D dengan kaki kanan.
Penyidik menduga usai ditendang itu lah, D tak sadarkan diri. Dalam reka adegan juga diketahui Mario Dandy sempat mengumpat dan memaki korban. Usai menendang dan menginjak kepala D, Mario Dandy melakukan selebrasi tendangan bebas.
(hab)