MAGELANG -
Ledakan petasan kembali memakan korban jiwa. Satu orang tewas, dan tiga orang mengalami luka-luka akibat
ledakan petasan di Dusun Junjungan, Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, pada Minggu (26/3/2023) malam.
Baca juga: Duar! Ledakan Petasan Gegerkan Magelang, 1 Orang Tewas 3 Terluka Selain memakan korban jiwa,
ledakan petasan yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut, juga mengakibatkan 11 rumah rusak. Polresta Magelang masih melakukan penyelidikan, terhadap peristiwa
ledakan petasan tersebut.
Kondisi traumatik masih dirasakan warga yang berada di sekitar pusat ledakan. Bahkan, aroma bahan kimia masih menusuk hidung usai terjadinya
ledakan petasan tersebut. Material bangunan berserakan di mana-mana.
Baca juga: KKB Lakukan Penembakan Brutal, Polda Papua Kirim Brimob ke Puncak Jaya Warga yang penasaran dengan ledakan petasan tersebut, juga terus membanjiri lokasi ledakan petasan. Rumah milik Mufit yang menjadi pusat
ledakan petasan, nyaris rata dengan tanah. Tembok beton rumah tersebut, juga hancur berantakan.
Kapolresta Magelang, Kombes Pol. Ruruh Wicaksono mengatakan, satu korban tewas akibat
ledakan petasan ini, bernama Mufit yang juga merupakan pemilik rumah.
"Ledakan petasan terjadi saat warga menjalankan salat tarawih," ungkapnya.
Baca juga: Kubah Masjid di Makassar Roboh, Total Korban Luka Jadi 12 Orang Ruruh juga mengatakan, menurut keterangan istri korban, sesaat sebelum terjadi
ledakan petasan, korban sempat naik ke lantai dua rumahnya dan tiba-tiba terjadi
ledakan yang sangat keras.
Selain korban tewas,
ledakan petasan itu juga mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka dan salah satunya harus dirujuk ke rumah sakit. Tiga korban luka-luka tersebut merupakan tetangga Mufit, yakni Nur Hidayah, Naila, dan Prima.
Baca juga: Seru! Ini Momen Chef Arnold Masak Bareng Jan Ethes Salah seorang saksi mata
ledakan petasan tersebut, Himawan yang juga merupakan Kepala Dusun Jujukan, mengaku hanya mendengar satu kali
ledakan, namun suaranya sangat keras.
"Sekali saja suara
ledakannya, dan sangat keras. Lalu semua orang ramai-ramai mencari sumber
ledakan. Ada 11 rumah yang rusak akibat
ledakan petasan ini, lima rumah rusak parah, dan enam rumah rusak ringan," terang Himawan.
(eyt)