BANGKALAN - Kericuhan dalam pelaksanaan
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), pecah di Desa Kanigara, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan. Ratusan pria pendukung kepala desa (Kades), terlihat mendatangi panitia
Pilkades sambil menenteng celurit.
Baca juga: Warga Ditodong Senpi Disuruh Pilih Mantan Kades di Pilkades Musi Rawas Situasi memanas, setelah dua calon Kades dinyatakan tidak lolos seleksi. Situasi semakin mencekam, saat para pendukung calon Kades berdatangan dan bersitegang sambil membawa celurit berukuran besar di Sekretariat Panitia
Pilkades. Sejumlah tokoh masyarakat, dibantu aparat TNI dan Polri, langsung mendatangi Sekretariat Panitia
Pilkades Kanigara, untuk meredam kericuhan. Para tokoh masyarakat bersama aparat TNI dan Polri, mendatangi masing-masing pendukung calon Kades.
Baca juga: Viral Gaya Hidup Hedon AKP Agnis Juwita Manurung, Kapolres Malang Kaji Pelanggaran UU ITE Petugas kepolisian bergerak cepat, dengan menyita celurit yang dibawa para pendukung calon Kades, agar tidak memicu situasi semakin memanas. Para pendukung calon Kades tidak terima calonnya tidak diloloskan, dan menuding panitia
Pilkades sudah tidak netral.
Para pendukung calon Kades tersebut, bersikeras calon yang mereka dukung telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bangkalan, M. Mohni mengatakan, sudah berusaha semaksimal mungkin agar proses tahapan
Pilkades berjalan lancar.
Baca juga: Ibu di Maros Nekat Gigit Tangan Paspampres demi Bertemu Presiden Jokowi "Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, agar pelaksanaan
Pilkades bisa berjalan lancar. Tetapi masih saja ada konflik keras antar pendukung calon Kades yang tidak lolos dalam proses seleksi," tuturnya.
Dia mengaku, Pemkab Bangkalan segera menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak, terkait sejumlah persoalan
Pilkades serentak di Kabupaten Bangkalan, karena persoalan ini terindikasi tidak hanya terjadi di Desa Kanigara saja.
(eyt)