KOTAWARINGIN TIMUR - Sebanyak 40 orang warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengalami
keracunan makanan usai menyantap takjil saat berbuka puasa. Satu korban
keracunan akhirnya meninggal dunia, dan sisanya masih di rawat di rumah sakit.
Baca juga: 7 Anggota TNI Satgas Penanganan Pembersihan Puing Rumah di Cianjur Keracunan Makanan saat Sahur Rata-rata korban
keracunan makanan ini mengalami gejala yang sama, yakni muntaber. Mereka dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit, untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif, setelah sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas.
Dari sebanyak 40 korban
keracunan yang dirujuk ke RSUD dr Maurjani Sampit, sebanyak 17 korban harus menjalani rawat inap karena kondisinya parah. Sementara sisanya diperbolehkan pulang, dan menjalani rawat jalan.
Baca juga: Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Benih Lobester Senilai Rp9 Miliar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi mengatakan, informasi dari para korban
keracunan makanan, menyebutkan rata-rata mengalami gejala yang sama usai menyantap makanan saat berbuka, yakni mual dan muntah disertai diare.
Diduga, warga yang
keracunan makanan ini membeli takjil di salah satu rumah makan di Jalan Usman Harun Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. "Hasil pemeriksaan laboratorium di rumah sakit terhadap contoh makanan yang dikonsunsi para korban, ditemukan banyak bakteri ecoli pada kue ipau," ungkap Kaderi.
Baca juga: Pemuda 19 Tahun Kepergok Lucuti Daster Janda Anak 3 di Batu Bara Diduga, bakteri ecoli pada kue ipau tersebut, yang menjadi penyebab para korban
keracunan. Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor yang datang menjenguk para korban keracunan di RSUD dr Maurjani Sampit mengingatkan para pedagang makanan agar memperhatikan keamanan dan kesehatan masakan yang dijual, agar tidak menimbulkan
keracunan.(eyt)