BLITAR - Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Kota Blitar, dibuat geram oleh ulah para pengelola
tempat hiburan malam. Pasalnya, mereka tetap nekat beroperasi meskipun Pemkot Blitar, telah mengeluarkan larangan beroperasi selama bulan Ramadan.
Baca juga: Nekat Jual Kenikmatan saat Ramadan, 5 PSK Ditangkap Satpol PP Masih beroperasinya
tempat hiburan malam selama bulan Ramadan ini, menimbulkan keresahan kalangan Ansor NU Kota Blitar. Aktivitas
tempat hiburan malam tersebut, dinilai tidak menghormati bulan Ramadan.
Ansor NU Kota Blitar, mendesak Pemkot Blitar, kepolisian, dan legislatif segera melakukan penertiban
tempat hiburan malam. "Rekomendasi dari kami harus segera dilakukan tindakan tegas," ujar Komandan Banser NU Kota Blitar, Syarifudin Ahmad, Minggu (9/4/2023).
Baca juga: Kisah Kesaktian Tombak Kiai Pleret Mencabut Nyawa Raja Jipang Arya Penangsang Sejumlah
tempat hiburan malam di Kota Blitar, sering kali menyediakan perempuan pemandu lagu. Lokasinya juga sangat mencolok, yakni di sejumlah jalan utama Kota Blitar, sehingga sangat meresahkan masyarakat yang sedang berpuasa.
Sesuai Surat Edaran Wali Kota Blitar, No. 181/2023, selama bulan Ramadan, seluruh karaoke dan
tempat hiburan malam sejenis, wajib tutup total. Sayangnya, rata-rata surat edaran ini hanya dipatuhi di hari pertama Ramadan saja.
Pada hari-hari berikutnya, sejumlah
tempat hiburan malam masih nekat beroperasi, tanpa ada penertiban atau teguran dari aparat berwenang. Syarifudin mengaku kecewa dengan ketidaktegasan sikap yang diperlihatkan Pemkot Blitar.
Baca juga: Ricuh! Ribuan Orang di Makassar Berdesakan Demi Zakat Rp50 Ribu "Kami sangat kecewa dengan Pemkot Blitar yang melakukan pembiaran, terutama Satpol PP dan Dinas Pariwisata. Kami yakin mereka tahu tapi membiarkan," tegas Syarifudin. Sejumlah petinggi Ansor NU Kota Blitar, juga mencoba mengomunikasikan persoalan
tempat hiburan malam ini kepada Kapolres Blitar Kota.
Diperoleh jawaban, polisi siap melakukan penertiban dengan menggelar razia ke semua
tempat hiburan malam. Sementara pihak Satpol PP, kata Syarifudin mengatakan akan mengkomunikasikan dengan pengelola t
empat hiburan malam. Baca juga: Polisi Penjual Salad di Pasuruan Viral, Niatnya Cari Tambahan Penghasilan Halal Syaifudin menegaskan, Banser NU Kota Blitar siap turun ke jalan untuk melakukan penertiban
tempat hiburan malam, jika memang tidak ada aparat penegak hukum yang berani menertibkan. "Kalau memang tidak ada yang menertibkan, jangan salahkan kami melakukan penertiban sendiri," tegasnya.
Sementara menanggapi hal ini, Kepala Bakesbangpol Kota Blitar, Toto Robandiyo mengatakan siap menjamin semua pihak menaati Surat Edaran Wali Kota Blitar. Penertiban
tempat hiburan malam akan secepatnya dilakukan. "Selama bulan Ramadan, semua
tempat hiburan malam di Kota Blitar dipastikan tutup total," janjinya.
(eyt)