MALANG - Penangkapan terhadap anggota
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama, Yomse Lokbere, menguak banyak fakta baru. Prajurit Satgas Yonif Raider 514/Sabbada Yudha Divif II Kostrad, berhasil menyita tiga pucuk senapan organik dari penangkapan anggota
KKB tersebut.
Baca juga: Tangis Pecah Sambut Jenazah Serka Robertus Simbolon, Prajurit Tengkorak Kostrad Korban Serangan Brutal KKB Dilansir dari akun Instagram resmi milik Yonif Raider 514/Sabbada Yudha Divif 2 Kostrad, @yonifraider514sy disebutkan, sejumlah barang bukti berhasil disita dari tangan anggota
KKB, Yomse Lokbere dalam penangkapan pada Sabtu (8/4/2023). Selain senjata api, dan amunisi, juga disita sebuah jimat.
Dalam akun @yonifraider514sy, Dansatgas Yonif Raider 514/Sabbada Yudha Divif 2 Kostrad, Letkol Inf. Rinto Wijaya menjelaskan, tiga pucuk senjata apik organik yang dikuasai
KKB tersebut, diperoleh saat prajurit melaksanakan patroli dan pembersihan di wilayah Kenyam, Papua Pegunungan.
Baca juga: Teror Brutal Penyerangan Kantor Polisi di Makassar Dipicu Salah Paham Prajurit TNI dan Polri Rinto juga menyebutkan sejumlah barang bukti yang berhasil disita dari tangan anggota
KKB, yakni satu pucuk pelontar granat GLM yang dicuri dari Yonif Raider 700, satu pucuk senapan AR SOAR yang dicuri dari Satgas Mupe Marinir pada tahun 2001, satu pucuk pistol FN, serta satu senapan angin Bold.
Prajurit Kostrad tersebut, juga berhasil menyita 11 buah magazen untuk senapan laras panjang, tiga buah magazen untuk senapan laras pendek, empat buah teleskop, dan satu buah parang.
Untuk amunisi yang disita, antara laun kaliber 7,62 x 45 mm sebanyak 34 butir; amunusu hampa 8 butir; amunisi kaliber 5,56 mm sebanyak 311 butir; satu amunisi granat GLM; 1.000 butir amunisi senapan angin; 19 butir amunisi kaliber 3,8 mm; 17 butir amunisi kaliber 9 mm; empat butir amunisi kaliber 4,5 mm; dan 21 butir amunisi untuk US Karaben.
Selain itu juga disita satu laptop, satu Radio SSB; satu buah repiter; satu buah antena Radio SSB; satu buah kabel rol; satu buah ponsel satelit; satu buah kamera; satu buah teropong; lima buah HT; 18 buah buku dokumen catatan; satu buah alat medis; amplop berisi uang Rp620 ribu; dan satu buah Lulik atau jimat.
"Ketiga senjata tersebut, langsung diserahkan ke Korem 172/Praja Wira Yakthi. Satgas Yonif Raider 514/Sabbada Yudha Divif 2 Kostrad, selalu berupaya sebaik mungkin untuk selalu memberikan yang terbaik pada pelaksanaan operasi," tegas Rinto.
baca juga: Terjaring OTT KPK saat Ramadan, Rumah Dinas Wali Kota Bandung Langsung Senyap Lebih lanjut Rinto mengatakan, keberhasilan dalam operasi tersebut karena adanya jalinan kerjasma TNI dengan Polri serta masyarakat. "Saya yakin, apabila kita bekerja dengan penuh rasa ikhlas dan bersungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan keberhasilan dan mengharumkan nama baik satuan," tegasnya.
Komandan Brigade Infanteri Raider 9/Dharaka Yudha Divif 2 Kostrad, Kolonel Inf. M. Fuad Suparlin dalam keterangan tertulisnya yang diunggah akun @yonifraider514sy, sangat berterimakasih dan mengapresiasi keberhasilan Satgas Yonif Raider 514/Sabbada Yudha Divif 2 Kostrad. "Ini merupakan suatu kebanggaan satuan, dan terus bersungguh-sungguh memberikan rasa aman kepada masyarakat di Papua," ujarnya.
(eyt)