floating-Jatuh Tempo Besok, Waskita...
Jatuh Tempo Besok, Waskita Tak Sanggup Bayar Bunga Utang
Jatuh Tempo Besok, Waskita...
Jatuh Tempo Besok, Waskita Tak Sanggup Bayar Bunga Utang
Jum'at, 05 Mei 2023 - 15:40 WIB
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) wajib membayar kupon obligasi yang jatuh tempo pada esok hari atau 6 Mei 2023. Kewajiban itu harus dipenuhi setelah putusan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) 2023 atas Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2020 tidak disetujui.

Baca juga: Erick Thohir Ungkap Kelanjutan Nasib Utang Waskita Karya Rp82,40 Triliun

Perkaranya, emiten bersandi saham WSKT itu belum bisa membayar lantaran dalam masa standstill (penghentian sementara pembayaran kewajiban finansial ke kreditur). Senior Vice President Corporate Secretary WSKT Ermy Puspa Yunita mengatakan standstill berlangsung sejak 7 Februari 2023 sampai 15 Juni 2023.

Menurutnya, standstill merupakan bentuk optimal dari equal treatment sehingga memberikan waktu bagi Waskita melakukan preservasi kas untuk operasi. Selain itu, mempersiapkan skenario modifikasi master restructuring agreement (MRA) dan skema restrukturisasi kepada seluruh kreditur, termasuk pemegang obligasi non penjaminan.

“Penundaan pembayaran ini dikarenakan perseroan sedang dalam masa standstill, terdapat ketentuan yang mewajibkan perseroan untuk menerapkan equal treatment kepada seluruh kreditur termasuk pemegang obligasi non-penjaminan," ujar Ermy melalui keterangan pers, Jumat (5/5/2023).

BUMN Karya itu tidak dapat melakukan pembayaran apa pun termasuk melakukan pembayaran bunga atau pokok atas kewajiban keuangan terhadap seluruh kreditur dan pemegang obligasi non-penjaminan, termasuk pemberi pinjaman perbankan.

Ermy menyebut WSKT tengah melakukan restrukturisasi, sebagai salah satu strategi Kementerian BUMN untuk menyehatkan keuangan perusahaan. Restrukturisasi juga bertujuan meninjau ulang implementasi MRA.

Baca juga: Toyota: Agya yang Dipasarkan di Indonesia Bebas Skandal Uji Tabrak

Sebagai informasi, hasil pelaksanaan RUPO pada Rabu (3/5/2023) lalu sebanyak 63,64% pemegang obligasi belum dapat menyetujui permohonan perubahan pembayaran kupon.
(uka)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839