DEPOK - Pemerintah Kota
(Pemkot) Depok melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) mengklaim tidak ada penambahan kasus
virus lato-lato atau
Lumpy Skin Disease (LSD) di wilayahnya yang saat ini tengah merebak menjelang
Iduladha . Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok,DedeZuraida.
“Tidak ada (penambahan kasus virus lato-lato pada hewan ternak) karena belum vaksinasi lagi," kata Dede saat dikonfirmasi, Selasa (6/6/2023).
Baca juga:
Jelang Iduladha, Hewan Kurban Diserang Virus Lato-Lato di Depok Dede menduga, kasus ini muncul akibat efek samping vaksinasi. "Kasusnya muncul akibat (efek) samping vaksinasi," tambahnya.
Dede menekankan, saat ini masih sama seperti data sebelumnya yakni sebanyak 21 ekor hewan ternak terjangkit virus lato-lato. Namun, kata dia, enam ekor telah dinyatakan sembuh.
"Masih sama seperti data sebelumnya. Kasus kejadian penyakit LSD sebanyak 21 ekor adalah Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi (KIPI). Jadi sapi yang sudah dilakukan vaksinasi mengalami gejala demam, nafsu makan menurun, dan timbul bentol-bentol di beberapa bagian (tidak menyeluruh), enam ekor sudah sembuh," tuturnya.
Lebih lanjut, Dede menyebut, untuk memastikan hewan ternak tidak terjangkit virus lato-lato perlu dilakukan pemeriksaan sebelum dilakukan vaksinasi. Selain itu hewan ternak juga harus keadaan sehat.
"Ada (pengecekan ke kandang). Sebelum vaksinasi dilaksanakan petugas melakukan pemeriksaan dan memastikan hewan yang akan di vaksinasi dalam keadaan sehat. Pengobatan suportif untuk gejala yang timbul juga dilakukan," terangnya.
Baca juga:
Pemkot Depok Lakukan Vaksinasi 571 Hewan Ternak Cegah Virus Lato-lato Sekadar informasi, DKP3 Kota Depok menemukan 21 kasus virus lato-lato pada hewan ternak enam di antaranya sembuh dari total populasi 6.542 sampai dengan bulan Mei.
(mhd)