floating-BPD dan BPR Juga Ketiban...
BPD dan BPR Juga Ketiban Dana Pemerintah untuk Gerakkan Ekonomi
BPD dan BPR Juga Ketiban...
BPD dan BPR Juga Ketiban Dana Pemerintah untuk Gerakkan Ekonomi
Sabtu, 25 Juli 2020 - 00:02 WIB
JAKARTA - Pemerintah memastikan penempatan dana pemerintah tidak hanya sebatas di bank-bank milik negara. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dana pemerintah tersebut juga ditaruh di bank pembangunan daerah (BPD) maupun bank perkreditan rakyat (BPR).

"Kita juga mulai menempatkan dana tersebut di BPD dan bahkan BPR, sehingga mendorong kegiatan ekonomi, terutama menengah kecil," ujar Sri Mulyani dalam video virtual di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Menurut dia, penempatan dana pada BPD dan BPR itu bisa mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, utamanya pada usaha menengah dan kecil. Hal ini diharapkan juga akan mendorong sektor riil dan kembali memulihkan perekonomian. ( Baca juga:LPS Siap Transfer Dana Segar ke Bank Bermasalah, Ini Syaratnya? )

"Sehingga dana ini bisa betul-betul meluncur ke masyarakat, dan daya beli masyarakat bisa ditingkatkan atau masyarakat yang kehilangan pekerjaan bisa mendapat bantuan pemerintah," katanya.

Mantan petinggi Bank Dunia ini berharap penempatan dana tersebut juga untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Alhasil, bisa mendorong proses pemulihan ekonomi di kuartal III ini.

"Usaha kecil yang dalam kondisi omzetnya drop, dapat mendapatkan fasilitas pemerintah, dan kita juga berharap supaya dana pemerintah itu betul-betul bisa mendukung proses pemulihan," jelasnya.
(uka)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Bank Bangkrut Sepanjang...
Bank Bangkrut Sepanjang 2026 Tambah Satu Lagi, Lokasinya di Bali
Sri Mulyani Ditunjuk...
Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation
Baru Awal Tahun 2026,...
Baru Awal Tahun 2026, Tambah Satu Lagi Bank Bangkrut di Indonesia