MAKASSAR - Aksi sejumlah emak-emak yang mengenakan daster, viral di media sosial. Mereka terekam video amatir warga, sedang melakukan
ritual dengan menyalakan lilin dan menyediakan sesajen di meteran PDAM.
Baca juga: Tiba di Candi Borobudur Puluhan Biksu yang Jalankan Ritual Tudhong Langsung Khusyuk Bersembahyang Peristiwa
ritual di meteran PDAM tersebut, terjadi di Jalan Galangan Kapal Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi
ritual emak-emak berdaster ini, merupakan bentuk kritik satir terhadap pengelola PDAM Kota Makassar, karena sudah enam bulan air tak mengalir.
Dalam video viral yang beredar di berbagai media sosial tersebut, terlihat emak-emak berdaster itu dengan serius melakukan
ritual dengan menyalakan lilin, menyediakan sesajen, dan membacakan doa-doa, Terlihat juga emak-emak berdaster yang melakukan semedi di depan rumahnya, dengan gerakan-gerakan aneh.
Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Nama GunungKidul, Kabupaten yang Dibentuk Para Pelarian Majapahit Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, warga hanya mengandalkan bantuan
air bersih yang penyalurannya sangat terbatas. Bantuan
air bersih tersebut, tidak mencukupi untuk kebutuhan memasak, mandi, serta mencuci.
Bantuan
air bersih tersebut, juga sering kali tidak layak kondisinya, karena mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi ini memaksa warga harus melakukan penyaringan air secara berulang kali, agar aroma tidak sedap tersebut dapat dikurangi.
Baca juga: Kisah KH Zaenal Mustafa, Pilih Syahid daripada Beri Hormat kepada Kaisar Jepang Salah satu warga terdampak matinya aliran ari PDAM Kota Makassar, Nurbaya mengaku, selama ini terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli
ari bersih. "Kami terpaksa beli air bersih yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah, demi bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga," ungkapnya.
Nurbaya menyebut, ada ratusan keluarga yang terdampak dari matinya jaringan
air bersih PDAM Kota Makassar tersebut. Warga sangat berharap pemerintah dan PDAM Kota Makassar, memperhatikan nasib mereka karena
air bersih menjadi kebutuhan utama setiap hari.
(eyt)