JAKARTA - Konser Coldplay di Singapura yang bertambah menjadi lima hari sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat, khususnya fans band Inggris tersebut. Menanggapi hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengakui bahwa masalah perizinan di Indonesia memang masih lemah.
"Salah satu yang pertama diungkap itu adalah perizinan," kata Sandiaga Uno dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta, Senin (19/6/2023).
Baca Juga: Coldplay Tambah Jadwal Konser di Singapura Jadi 5 Hari, Tiketnya Dijual Mulai Besok
Maka itu, lanjut Sandiaga, ini menjadi bekal bagi pihaknya agar dapat meningkatkan percepatan perizinan yang saat ini tengah dikemas menggunakan digitalisasi.
Sandiaga juga mengakui, perizinan konser atau kegiatan event di Singapura lebih cepat daripada di Indonesia. Namun, saat ini Indonesia tengah mengupayakan agar konser Coldplay ditambah satu hari sehingga masyarakat bisa menyaksikan penampilan band asal London tersebut di negeri sendiri serta tidak terlalu terdampak terhadap kunjungan wisatawan.
"Ini kita akan mengajukan satu hari lagi tambahan agar bisa dipenuhi sehingga dampaknya tidak terlalu turun untuk kunjungan wisatawan," terang Menparekraf.
Sandiaga mengatakan, dengan adanya konser Coldplay selama lima hari di Singapura, pihaknya akan membuat strategi khusus supaya ada paket-paket wisata ke Batam dan Bintan.
Baca Juga: Sandiaga Uno Terus Upayakan Konser Coldplay di Jakarta Tambah 1 Hari
"Kita harus seriuskan lagi paket-paket wisatawan di Batam Bintan untuk wisatawan yang ingin menonton Coldplay itu," kata dia.
Adanya event tersebut merupakan peluang agar destinasi wisata di Indonesia yang dekat dengan Singapura seperti Batam dan Bintan semakin ramai dikunjungi wisatawan usai menyaksikan konser Coldplay.
"Sehingga Batam dan Bintan dapat limpahan kunjungan wisatawan," pungkasnya.
(tsa)