SINGKAWANG -
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, semakin mengkhawatirkan. Luasan hutan dan lahan yang terbakar sudah mencapai 20 hektare, hingga mendekati lokasi pembangunan Bandara Singkawang.
Baca juga: Kebakaran Hutan Seluas 28 Hektare Melanda Kotawaringin Barat saat Warga Melaksanakan Salat Iduladha Kejadian
karhutla ini, sudah terjadi selama 11 hari dan belum mampu dipadamkan. Tim gabungan dari Manggala Adni Daops Singkawang, bersama TNI, Polri, relawan, dan dibantu warga, terus berjibaku memadamkan kobaran api tersebut.
Sekretaris Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Fazrin menyebutkan, proses pemadaman
karhutla sudah berlangsung selama 11 hari. Lokasi
karhutla berada di wilayah Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang.
Baca juga: Wilayah DIY Berpotensi Diguyur Hujan Ringan dan Terjadi Gelombang Tinggi Karhutla tersebut, terjadi di lahan bekas hutan adat yang kini tidak diketahui pemiliknya. Api sudah merembet hingga sekitar 200 meter dari lokasi pembangunan Bandara Singkawang. Kepulan asap, terlihat jelas dari lokasi pembangunan bandara.
"Lokasi
karhutla memang dekat dengan sumber air, tetapi kobaran api masih sulit dipadamkan karena lahan yang terbakar sangat luas, dan jumlah personel sangat terbatas. Lokasi
karhutla merupakan lahan gambut, dengan kedalaman sekitar 20 meter," tutur Fazrin.
Baca juga: Gempa Bantul Bikin Warga Trauma dan Takut Masuk Rumah Tidak jauh dari lokasi
karhutla tersebut, petugas Manggala Agni juga kembali menemukan titik api baru dengan luasan yang belum dapat diperkirakan. Sampai saat ini, petugas masih berjibaku memadamkan
karhutla di lokasi titik api pertama.
(eyt)