LONDON -
Pemerintah Inggris telah meluncurkan program baru untuk mengurangi obesitas di negara itu, untuk mencegah kematian tambahan akibat
Covid-19 . Ini juga dilakukan untuk mengurangi tekanan pada National Health Service (NHS).
"Jika kita semua melakukan bagian kita, kita dapat mengurangi risiko kesehatan kita dan melindungi diri kita sendiri dari Covid-19, serta menghilangkan tekanan dari NHS," kata Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson seperti dilansir Sputnik pada Senin (27/7/2020).
(
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus Angka 100.303 )
Menurut pemerintah Inggris, langkah ini akan mencakup larangan iklan untuk makanan tinggi gula, garam atau lemak sebelum pukul 21:00, membatasi jenis makanan yang dapat dimasukkan dalam penawaran beli satu dapat satu dan memaksa produsen minuman beralkohol untuk memasukkan label kalori.
"Sekitar 63 persen orang dewasa di Inggris kelebihan berat badan atau obesitas. Orang yang kelebihan berat badan dan obesitas lebih cenderung menjadi sakit parah dengan Covid-19 daripada populasi umum," kata pemerintah Inggris dalam sebuah pernyataan.
London juga akan mempertimbangkan apakah akan memperpanjang larangan iklan untuk makanan tidak sehat di platform online.
(
Baca juga: 12 Dosen Positif COVID-19, Kampus USU Di-Lockdown )
Inisiatif terbaru datang ketika Inggris terus menangani pandemi, di mana Inggris adalah salah satu paling terdampak. Negara ini memiliki jumlah kematian tertinggi ketiga di dunia dengan 45.752 orang telah meninggal.
(esn)