floating-Seorang Perawat dan...
Seorang Perawat dan Anak Asal AS Diculik di Haiti
Seorang Perawat dan...
Seorang Perawat dan Anak Asal AS Diculik di Haiti
Minggu, 30 Juli 2023 - 08:02 WIB
PORT AU PRINCE - Seorang perawat dan anaknya asal Amerika Serikat (AS) telah diculik di Haiti. Hal itu diungkapkan badan amal Kristen tempat dia bekerja.

"Alix Dorsainvil sedang bekerja di pelayanan masyarakat dekat Port-au-Prince ketika dia diculik," kata El Roi Haiti dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari BBC, Minggu (30/7/2023).

Alix Dorsainvil diketahui sebagai istri direktur dan pendiri El Roi Haiti, Sandro Dorsainvil.

Sedangkan usia atau jenis kelamin anak yang ikut diculik tidak diketahui.

"Alix adalah orang yang sangat pengasih dan penyayang yang menganggap Haiti sebagai rumahnya dan orang Haiti sebagai teman dan keluarganya," tambah pernyataan dari El Roi Haiti.

Baca Juga: Sadis, 13 Tersangka Anggota Geng Dibakar Massa Hingga Mati

Badan amal itu juga mengatakan sedang bekerja untuk mengamankan kembalinya pasangan itu dengan aman.

Departemen Luar Negeri AS mengetahui laporan tersebut dan melakukan kontak rutin dengan otoritas Haiti.

Insiden itu terjadi beberapa hari setelah AS mengeluarkan peringatan tingkat empat jangan bepergian karena penculikan, kejahatan, kerusuhan sipil, dan infrastruktur perawatan kesehatan yang buruk di pulau itu.

Departemen Luar Negeri AS memerintahkan semua pegawai pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Haiti.

Negara termiskin di Amerika itu mengalami krisis politik sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 2021.

Baca Juga: Kanada Kirim Pesawat Militer ke Haiti untuk Tumpas Geng Bersenjata

Geng menguasai sekitar 80 persen Ibu Kota, dan kejahatan kekerasan seperti penculikan dan perampokan bersenjata adalah hal biasa.

Pejabat di Haiti telah mengimbau masyarakat internasional untuk membantu mematahkan cengkeraman geng bersenjata di pulau itu.

Awal bulan ini, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan pembentukan pasukan multinasional untuk Haiti.

Kenya telah menawarkan untuk memimpin, dengan menawarkan 1.000 petugas polisi untuk membantu melatih penegak hukum setempat.

Misi apa pun akan tunduk pada mandat dari Dewan Keamanan PBB, dan otorisasi resmi dari otoritas Kenya.

Baca Juga: Protes Aksi Kekerasan Geng, Demonstran Blokir Jalan Utama di Ibu Kota Haiti
(ian)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026