floating-Fenomena Baru, Pandemi...
Fenomena Baru, Pandemi Covid-19 Picu Pubertas Dini pada Anak Perempuan
Fenomena Baru, Pandemi...
Fenomena Baru, Pandemi Covid-19 Picu Pubertas Dini pada Anak Perempuan
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 08:17 WIB
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menyisakan fenomena baru tumbuh kembang anak. Pubertas dini kini banyak dialami anak-anak perempuan berusia 8 tahun.

Fenomena pubertas dini ini ditengarai terjadi akibat aktivitas anak yang hanya berdiam diri di rumah alias kurang bergerak. Temuan ini pun telah dipublikasikan pada 3 Agustus 2023 di Journal of the Endocrine Society.

Studi ini melihat sampel data tumbuh kembang anak-anak perempuan selama dua tahun terakhir. Dampak pubertas dini nantinya menimbulkan beragam penyakit terkait hormon endokrin, salah satunya menyebabkan obesitas.

"Hasil studi menunjukkan pubertas dini diakibatkan oleh buruknya kualitas nutrisi makanan dan kurang olahraga yang tentunya juga terkait dengan durasi tidur," kata peneliti dari University of Genoa dan the Giannina Gaslini Institute Italia Dr. Mohamad Maghnie dikutip dari Health Day.

Baca Juga: Ciri-ciri Pubertas Anak Laki-laki, Jerawat hingga Mimpi Basah

Dari 133 sampel pubertas dini di Italia tadi terdeteksi, sebagian besar mengalami kenaikan berat badan drastis. Sebanyak 72 kasus pubertas dini terjadi medio Januari 2016 hingga Maret 2020. Sisanya, sebanyak 61 kasus terjadi antara Maret 2020 hingga Juni 2021.

Anak-anak perempuan tadi didiagnosa mengalami pubertas dini dari perhitungan indeks massa tubuh (BMI) yang menjadi parameter perbandingan lemak tubuh dengan tinggi badan. Dari hasil wawancara, mereka menghabiskan waktu rata-rata dua jam per harinya dengan bermain gawai. Sekira 88,5 persen di antaranya sama sekali tidak melakukan aktivitas fisik.

Baca Juga: Pentingnya Pendampingan Orang Tua saat Remaja Mulai Menjalani Masa Pubertas

“Faktor yang mempengaruhi mereka hanya berkegiatan di dalam rumah di antaranya karena mengalami stres, konflik antar orangtua, masalah ekonomi hingga meningkatnya penggunaan alat pelindung tubuh," kata Maghnie.

Berbagai faktor eksternal ini membuat tubuh beradaptasi. Tubuh anak-anak ini pun menjadi lebih cepat bertumbuh.
(msf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Hantavirus: Potensi...
Hantavirus: Potensi Pandemi Kecil, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Lebih Mengerikan Dibandingkan...
Lebih Mengerikan Dibandingkan Hantavirus, WHO: Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS