JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menyatakan akan mempercepat proses pembenahan
kabel fiber optic di Jakarta dalam satu bulan.
Hal ini merespons pernyataan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang meminta kabel fiber optic yang masih terjuntai atau semrawut, segera dibenahi agar tidak menimbulkan korban.
“Dalam satu bulan untuk percepatan grouping atau perapian kabel fiber optic di jalan utama maupun crossingan jalan agar ketinggian kabel di atas lima meter sesuai amanat regulasi,” ujar Ketua Apjatel Jerry Mangasas Swandy, dalam keterangannya, dikutip Senin (14/8/2023).
Baca Juga: Dimediasi Kemenko Polhukam, Keluarga Korban Jeratan Kabel Optik dan PT Bali Tower Belum Sepakat Jerry mengungkapkan, proses merapikan kabel tersebut akan dikerjakan bersama dengan Suku Dinas (Sudin) Bina Marga di lima wilayah administrasi DKI Jakarta.
“Kelima Sudin Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan berkolaborasi selama satu bulan (untuk merapikan kabel),” ujarnya.
Selain itu, Apjatel bersama Dinas Bina Marga DKI akan memindahkan kabel fiber optic udara ke bawah tanah. Nantinya pengerjaan itu akan dilaksanakan setelah forum KTT ASEAN.
Sebagai informasi, adanya kabel fiber optic yang menjuntai telah menimbulkan korban. Berdasarkan catatan MNC Portal, ada dua peristiwa akibat dari kabel yang menjuntai itu.
Baca Juga: Lagi, Pengendara Motor Jatuh Akibat Kabel Menjuntai di Palmerah
Pertama, mahasiswa bernama Sultan Rif’at Alfatih (20) terjerat kabel optik yang menjuntai di Jalan Antasari Jakarta Selatan pada 5 Januari 2023. Akibatnya, ia mengalami cedera parah.
Kedua, pengendara ojek online bernama Vadim (38) tewas kecelakaan saat menghindari kabel optik yang melintang di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat pada Selasa (1/8/2023).
(thm)