floating-Impor KRL Bekas dari...
Impor KRL Bekas dari Jepang Ditolak, PT KCI Pastikan Tidak Kurangi Frekuensi Perjalanan
Impor KRL Bekas dari...
Impor KRL Bekas dari Jepang Ditolak, PT KCI Pastikan Tidak Kurangi Frekuensi Perjalanan
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 20:41 WIB
JAKARTA - Frekuensi perjalanan kereta commuter line dipastikan tidak akan dikurangi, meski keputusan impor kereta rel listrik atau KRL bekas dari Jepang ditolak Pemerintah. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menjelaskan, saat ini PT Kereta Commuter Indonesia ( KCI ) mengoperasikan sekitar 1.100 - 1.150 rangkaian kereta setiap harinya.

Baca Juga: Impor KRL Bekas Jepang Batal, Luhut Akan Ganti Kereta Baru

Beberapa rangkaian akan dilakukan maintenance agar rangkaian yang dioperasikan tidak berkurang, meski pengadaan KRL terhambat. "Jadi dalam isu pengadaan KRL ini, kami komitmen tidak kurangi frekuensi perjalanan, tapi mungkin kami harus lakukan rekompetisi dan maintenance beberapa rangkaian," ujar Anne di stasiun Jakarta Kota, Jumat (18/8/2023).

Anne menjelaskan, saat ini Pemerintah memutuskan, hanya bisa melakukan impor KRL baru dari Jepang sebanyak 3 unit. Kemudian ditambah pengadaan KRL baru yang diproduksi oleh PT INKA.

Baca Juga: Perbandingan Harga Kereta KRL Baru dan KRL Bekas yang Impor dari Jepang

Targetnya pengadaan impor KRL baru dari Jepang bakal tiba di Indonesia pada tahun 2024 mendatang. Sedangkan untuk pengadaan KRL yang di produksi oleh PT INKA rencana bakal rampung pada tahun 2025 - 2026 mendatang.

Anne mengaku keputusan pengadaan KRL baru memang tergolong lebih mahal ,jika dibandingkan dengan impor KRL bekas. Namun menurutnya hal itu dapat dikompensasikan dengan fasilitas gerbong dan usia pakai yang lebih panjang dibandingkan kereta bekas.

"Pasti lebih mahal, tapi maintenance lebih irit dan usia lebih panjang. Untuk kenyamanan semua dengan yang baru dapat teknologi baru juga, jadi ada efisiensi di maintenance dan usia pakai. Kemudian semakin tinggi teknologi, efesien listrik juga makin kecil," kata Anne.

Sambung Anne menjelaskan, saat ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan melakukan perawatan rutin hingga penambahan armada sarana sebagai langkah pemenuhan kebutuhan mengangkut penumpang KRL pasca kebijakan impor KRL bekas ditolak Pemerintah.

Sementara untuk replacement dengan adanya rencana konservasi dilakukan dengan mendatangkan sarana KRL baru di tahun 2024 sebanyak 3 trainset, retrofit 19 sarana KRL yang dimulai tahun ini dan mendatangkan 8 sarana KRL baru pada tahun 2027.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?