PROBOLINGGO - Flare yang diduga dinyalakan saat kegiatan foto prewedding, diduga menjadi pemicu kebakaran hutan di blok savana lembah Watangan kawasan Taman Nasional
Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kebakaran tersebut, mengakibatkan kawasan wisata
Gunung Bromo ditutup sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Baca juga: Nyalakan Flare saat Foto Prewedding Bikin Bukit Teletubbies Bromo Kembali Membara Kegiatan foto prewedding menggunakan flare, yang diduga menjadi pemicu kebakaran hutan di
Gunung Bromo tersebut, akhirnya viral di media sosial. Enam orang yang terlibat dalam kegitan foto prewedding di
Gunung Bromo itu, kini masih diperiksa intensif di Polsek Sukapura.
Kebakaran hutan di kawasan
Gunung Bromo, yang diduga akibat kegiatan foto prewedding tersebut, sangat disesalkan Camat Sukapura, Bambang Yulius. "Tidak ada pemberitahuan adanya kegiatan foto prewedding, dan tiba-tiba mereka menyalakan flare yang memicu kebakaran," tuturnya.
Baca juga: Heboh! Anggota TNI Potong Rambut 90 Siswa Secara Sembarangan, Orang Tua Marah dan Nyaris Ricuh Bambang Yulius sangat menyesalkan kegiatan tersebut, dan menyerahkan penanganannya ke Polsek Sukapura. Untuk kondisi kebakaran, saat ini sudah padam tetapi dampaknya mengakibatkan kerugian yang sangat besar, baik secara lingkungan maupun ekonomi.
Baca juga: Istri Cantik Berulah di Media Sosial, Bintara Polisi di Probolinggo Dicopot dari Jabatannya Sementara dihubungi melalui telepon, Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana mengatakan, saat ini masih dalam proses penyelidikan terkait dugaan kegiatan foto prewedding menggunakan flare yang memicu kebakaran di kawasan
Gunung Bromo tersebut. "Kita masih melakukan pemeriksaan," ungkapnya.
(eyt)