JAKARTA - Indeks harga saham gabungan atau
IHSG hari ini berpotensi terganggu beberapa sentimen pada sepanjang perdagangan. Pada perdagangan Rabu (4/10/2023) pergerakan indeks
saham akan berada di kisaran 6.889-7.054.
Baca juga: Wall Street Dibuka Ambruk Menanti Laporan Data Tenaga Kerja AS CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini masih betah berada dalam rentang sideways dengan potensi tekanan yang masih terlihat.
“Minimnya sentimen baik dari dalam maupun luar negeri membuat pola gerak IHSG memiliki potensi tertekan yang lebih besar dibanding peluang naiknya,” tulis William dalam risetnya, Rabu (4/10/2023) malam.
Menurut William, fluktuasi nilai tukar rupiah serta masih tercatatnya capital outflow secara ytd akan turut membayangi pergerakan IHSG. Kemarin, mata uang garuda melemah 0,26% atau 41 poin menjadi Rp15.571 per dolar AS.
Sebelumnya, IHSG pada sesi terakhir perdagangan parkir di zona merah. IHSG melemah 20,57 poin atau 0,3% ke 6.940. Pada penutupan perdagangan kemarin (3/10/2023), terdapat 193 saham menguat, 331 saham melemah, dan 226 saham stagnan.
Baca juga: Sosok Albert Inkiriwang, Pangdam XVII/Trikora Pertama Peraih Adhi Makayasa AKABRI 1972 William kemudian menyebut beberapa saham yang bisa dipertimbangkan investor. Di antaranya, BBCA, BBNI, TLKM, BBRI, KLBF, BSDE, dan SMRA.
(uka)