NEW DELHI - Setidaknya 80 orang hilang, termasuk 22 personel militer
India di negara bagian Sikkim di timur laut setelah hujan deras memicu
banjir bandang di wilayah itu. Sedangkan sepuluh orang dipastikan tewas dalam bencana itu.
Hujan deras terjadi di hulu sebuah danau di utara negara bagian tersebut, yang mengakibatkan peningkatan air di Sungai Teesta di Lembah Lachen yang mengkhawatirkan.
Situasi semakin memburuk setelah lebih banyak air dibuang dari bendungan terdekat ke sungai.
Baca Juga: Ketegangan Terus Memuncak, India Kembali Usir 41 Diplomat Kanada Dua jembatan, yang menghubungkan wilayah utara dengan wilayah lain di negara bagian ini, tersapu air, sehingga berdampak buruk pada layanan transportasi. Para pejabat mengatakan beberapa kendaraan militer terendam lumpur.
Kementerian Pertahanan India mengatakan kepada
BBC bahwa operasi pencarian dan penyelamatan telah diluncurkan dan pihaknya sedang menunggu informasi lebih lanjut.
Upaya penyelamatan juga sedang dilakukan di bagian lain negara bagian itu ketika seluruh lingkungan telah terendam banjir, merusak rumah-rumah dan membuat orang mengungsi.
Baca Juga: Memilukan, Gadis India Pendarahan akibat Diperkosa dan Minta Tolong di Jalanan Pihak berwenang sudah mulai mengevakuasi orang-orang dari daerah dataran rendah.
Media lokal melaporkan bahwa lebih dari 3.000 wisatawan termasuk di antara mereka yang terjebak di daerah tersebut seperti dilansir dari media Inggris itu, Kamis (5/10/2023).
Negara bagian Himalaya rentan terhadap banjir dan bencana alam. Tahun lalu, banjir besar di negara bagian itu menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dan menewaskan sedikitnya 24 orang.
Baca Juga: Korban Tewas Akibat Ledakan di Pakistan Bertambah Jadi 59 Orang, India Dituding Terlibat (ian)