PALEMBANG -
Kabut asap yang disebabkan adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mengakibatkan jarak pandang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, tinggal 20 meter. Kondisi ini sangat membahayakan bagi para pengguna jalan.
Baca juga: Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan Pekatnya
kabut asap tersebut, salah satunya dirasakan di Jalan Musi Raya Timur, Kecamatan Sako, Kota Palembang. Suasana di jalan terlihat putih berkabut, sehingga mengganggu pengelihatan para pengguna jalan.
Personel Unit Lalu Lintas Polsek Sako, Aiptu Ade mengimbau para pengendara kendaraan bermotor untuk lebih berhati-hati, dan menyalakan lampu utama kendaraan agar dapat terlihat. "Selain itu, pengendara juga diminta mengurangi kecepatan," tegasnya.
Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang, Nomor 5 Mengejutkan! Kabut asap yang begitu pekat, juga membuat mata perih serta mengganggu pernapasan. Para pengendara kendaraan bermotor, menurut Ade juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi
kabut asap yang terhirup.
"Jarak pandang sangat pendek akibat
kabut asap, sehingga rawan untuk terjadinya kecelakaan lalu lintas. Warga pengguna kendaraan bermotor wajib berhati-hati dengan mengurangi kecepatan, dan menyalakan lampu utama," imbuh Ade.
Camat Sako, Amiruddin Sandy menjelaskan, saat ini telah mendirikan posko terpadu penanganan Karhutla. "Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di lua ruangan, dan tidak membakar lahan serta sampah. Kegiatan senam dan apel pagi juga ditiadakan, karena
kabut asap sangat mengganggu pernapasan," tegasnya.
Hingga kini, sejumlah titik di Kota Palembang dan sekitarnya, masih ditemukan karhutla yang memicu
kabut asap. Bahkan di wilayah Kecamatan Sako, juga terdapat titik api dari lahan kosong yang terbakar.
Baca juga: Polisi Temukan Puluhan Amunisi saat Geledah Kantor 2 Pengusaha Buron Kasus Penipuan di Batam Tebalnya
kabut asap di wilayah Kecamatan Sako, juga membuat para pelajar tidak bisa bersekolah di sekolah. Mereka tetap melaksanakan proses belajar mengajar, namun secara daring dari rumah masing-masing, karena
kabut asap dikhawatirkan mengganggu kesehatan mereka.
(eyt)