YERUSALEM - Pihak berwenang Israel terus memberlakukan pembatasan ketat terhadap warga Palestina. Rezim Zionis itu melarang warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur untuk salat Jumat selama lima pekan berturut-turut.
Namun, seorang pejabat Departemen Wakaf di Yerusalem mengatakan kepada Anadolu, “Hanya 4.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah lansia, berhasil mencapai Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat Jumat.”
Pejabat tersebut, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, menambahkan, “Masjid tersebut tampak kosong karena kontrol ketat Israel terhadap jalan-jalan.”
Sejak Jumat dini hari, pasukan Israel telah dikerahkan secara besar-besaran di seluruh Yerusalem Timur yang diduduki, khususnya di Kota Tua dan pintu masuk menuju Masjid Al-Aqsa.
Ratusan warga Palestina terpaksa menunaikan salat Jumat di jalan-jalan dekat kawasan Kota Tua setelah dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa.
Baca juga: 6 Sebab Negara-negara Arab Hanya Mengecam tapi Tak Berani Beri Sanksi pada Israel Pihak Israel tidak mengomentari alasan pembatasan akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsa untuk salat.
Tentara Israel telah memperluas serangan udara dan daratnya di Jalur Gaza, yang telah mengalami serangan udara tanpa henti sejak serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023.
Lebih dari 11.000 warga Palestina telah terbunuh, termasuk 4.412 anak-anak dan 2.918 perempuan akibat serangan brutal israel. Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel hampir 1.600 orang, menurut sejumlah sumber.
(sya)