MALANG - Empat prajurit
TNI Angkatan Udara (AU) kru pesawat tempur
Super Tucano yang jatuh di Pasuruan, Jawa Timur mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Keempatnya naik pangkat luar biasa ini sebagai bagian penghargaan dan dedikasi kepada keempat korban.
Kenaikan pangkat diterima keempat korban, yakni Mayor Penerbang Yuda A. Seta menjadi Letkol (Anumerta)Yuda A. Seta, kemudian Letkol Penerbang Sandhra Gunawan menjadi Kolonel (Anumerta) Sandhra Gunawan, sedangkan dua orang yakni Kolonel (Anumerta) Subhan dan Kolonel (Anumerta) Widiono Hadiwijaya, naik pangkat menjadi Marsekal Pertama (Marsma) Widiono Hadiwijaya dan Marsma Subhan.
Baca juga: Profil Penerbang di 2 Pesawat Super Tucano yang Jatuh, 1 Raih Seribu Jam Terbang saat Pangkat Mayor Upacara pelepasan jenazah di Lapangan Udara (Lanud) Abdul Rachman Saleh dilakukan pada Jumat pagi (17/11/2023) sekitar pukul 09.30 WIB.
Upacara pelepasan jenazah dilakukan dipimpin oleh Inspektur Upacara (Irup) Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI A. Gustaf Brugman., M. Si.
Kemudian jenazah diberangkatkan dengan tiga ambulan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Surapati, Kota Malang, yakni Kolonel Sandhra Gunawan, Marsekal Pertama (Marsma) Widiono Hadiwijaya, dan Marsma Subhan.
Baca juga: TNI AU: Kecelakaan Pesawat Super Tucano Diduga Akibat Cuaca Buruk
Sedangkan satu jenazah dibawa ke TMP Madiun atas nama Letkol Penerbang Yuda A. Seta.
(shf)