floating-Mengenal Nyamuk Wolbachia,...
Mengenal Nyamuk Wolbachia, Benarkah Bisa Mencegah DBD?
Mengenal Nyamuk Wolbachia,...
Mengenal Nyamuk Wolbachia, Benarkah Bisa Mencegah DBD?
Jum'at, 17 November 2023 - 19:27 WIB
JAKARTA - Penyakit DBD masih menjadi masalah kesehatan yang cukup serius. Bahkan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), awal 2023 sampai dengan minggu ke-33 tahun ini, terdapat 57.884 kasus DBD dengan kematian sebanyak 422 kematian.

Kasus Dengue/DBD terlaporkan dari 462 Kab/Kota di 34 Provinsi, sedangkan kematian akibat dengue terjadi di 177 Kab/Kota di 32 Provinsi. Bahkan pada anak demam berdarah merupakan penyebab kematian nomor enam tertinggi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebarkan nyamuk Wolbachia Bill Gates . Nyamuk ini merupakan inovasi baru untuk menurunkan penyebaran DBD di Indonesia.

Baca Juga: 7 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C, Kenali Gejalanya

Lantas apa sih nyamuk wolbachia itu? Wolbachia pipientis adalah bakteri alami di serangga dan sekitar 6 dari 10 jenis serangga di dunia termasuk kupu-kupu, lalat buah dan lebah.

Dilansir dari website Kementerian Kesehatan, Jumat (17/11/2023) The World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yang dijalankan oleh Amelakukan penelitian terkait pengendalian virus dengue dengan menggunakan nyamuk aedes aegypti yang telah berbakteri Wolbachia. Penelitian itu dilakukan pada 2012.

“Saya ke sini mau belajar bagaimana menurunkan prevalensi dengue dengan cara mengontrol nyamuknya bukan menghilangkan, tapi membuat nyamuknya tidak menularkan virus lagi. Caranya dengan memasukkan bakteri Wolbachia ke dalam nyamuk tersebut. Sehingga kalo nyamuknya mengigit tidak akan Menular,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Penelitian tersebut dilakukan di lima dusun yang meliputi area residensi dan area agrikultur di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Hasi penelitian itu menunjukkan bahwa Wolbachia pipientis ditemukan pada 44.9% serangga seperti kupu-kupu, ngengat, nyamuk dan lalat.

Dari hasil penelitian itu juga dikatakan bahwa bakteri wolbachia tidak menginfeksi manusia atau vertebrata yang lain, dan tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit.

Prof Adi Utarini mengatakan inovasi teknologi Wolbachia diadaptasi sebagai program nasional dalam kerangka menurunkan penyebaran dengue di Indonesia.

Baca Juga: 10 Manfaat Konsumsi Timun Rebus, Bisa Detox Tubuh hingga Cegah kanker

“Jadi ini merupakan salah satu inovasi yang harapannya bisa menguatkan program pengendalian dengue di Indonesia agar masyarakat bisa terhindar dari dengue,” ujar Prof Uut.

Prof Uut menambahkan keberadaan inovasi teknologi wolbachia tidak serta merta menghilangkan metode pencegahan dan pengendalian dengue yang telah ada di Indonesia.

“Masyarakat tetap diminta untuk melakukan gerakan 3M Plus seperti Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” tuturnya.
(tdy)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS