SORONG - Suasana di Kota Sorong, Papua Barat Daya, sempat mencekam. Warga melakukan aksi blokade jalan, sebagai buntut dari aksi
pembacokan brutal terhadap Sekretaris PKB Kabupaten Tambrauw, Alfian Mambrasar.
Baca juga: Brutal! 3 Pria Terlibat Carok Berdarah di Bangkalan, Dipicu Dendam Lama Akibat
pembacokan brutal tersebut, Alfian Mambrasar mengalami luka parah dan akhirnya tewas. Warga yang emosi mendengar kabar kematian Alfian Mambrasar, langsung memblokade jalan di Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Warga juga sempat mengarak jenazah korban ke Kantor Gubernur Papua Barat Daya, untuk mencari pelaku
pembacokan. Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol. Happy Perdana Yudianto turun langsung untuk meredam aksi massa yang sempat membuat situasi Kota Sorong mencekam.
Baca juga: Nekat Tabrak Polisi di Lampung saat Hendak Ditangkap, Komplotan Pencuri Disergap di Gubuk Aksi blokade jalan yang dilakukan oleh ratusan massa keluarga korban
pembacokan brutal tersebut, terjadi tepat di depan Kantor Polsek Sorong Timur. Bahkan massa terlihat membawa senjata tajam, dan penuh emosi mencari pelaku
pembacokan. Peristiwa
pembacokan brutal tersebut, terjadi pada Kamis (16/11/2023) malam, sekitar pukul 20.00 WIT. Seorang pria terekam membawa senjata tajam, dan langsung menyerang Alfian Mambrasar secara membabi buta.
Alfian Mabrasar yang mengalami luka parah di sekujur tubuhnya akibat
pembacokan brutal itu, mengalami pendarahan hebat dan akhirnya tewas. Polisi kemudian berhasil menangkap Kima Msen (26), yang merupakan pelaku
pembacokan sadis.
Pelaku
pembacokan juga sempat kritis, karena dianiaya warga usai melakukan
pembacokan. Polisi bersiaga penuh, untuk mengantisipasi adanya aksi massa yang semakin brutal.
Pemprov Papua Barat Daya, dan Pemkot Sorong, juga telah memberikan bantuan duka bagi pihak keluarga korban. Keluarga korban juga sepakat untuk menyerahkan penanganan kasus
pembacokan ini secara hukum.
Baca juga: Jadi Korban Tragedi Super Tucano, Kolonel Pnb. Subhan Baru Menuntaskan Misi Kemanusiaan di Gaza Happy Perdana menegaskan, berkomitmen untuk mengungkap kasus
pembacokan sadis hingga mengakibatkan korbannya tewas. "Pelaku
pembacokan sudah ditangkap, dan di tahan di Polresta Sorong Kota. Pelaku kondisinya kritis, karena dihajar warga usai melakukan
pembacokan," tegasnya.
Dia memastikan kondisi di Kota Sorong, telah terkendali. Masyarakat juga diimbau untuk tidak terpengaruh dengan informasi hoaks. "Kami juga melakukan patroli, untuk memberikan rasa aman kepada warga Kota Sorong," terang Happy Perdana.
(eyt)