JAKARTA - PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2023, berbagai
indikator perekonomian seperti Mandiri Spending Index, Consumer Confidence Index, dan juga PMI masih menunjukkan tren optimistis.
Baca Juga: Kualitas Kredit Membaik, Bank Mandiri Catat Penurunan NPL 1,36% Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo menegaskan, hingga September 2023, Bank mandiri masih mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan rata-rata industri.
"Ini bisa kita lihat dari beberapa indikator antara lain pertumbuhan kredit bank mandiri secara konsolidasian masih tumbuh 12,71% secara yoy, ini tentu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
pertumbuhan kredit industri yang sebesar 8,96%," kata Sigit dalam paparan Public Expose Live 2023 Bank Mandiri, Senin (27/11/2023).
Baca Juga: Saat Laba Tembus Rp39,1 Triliun, Aset Bank Mandiri Pecahkan Rekor Atas dasar pencapaian kinerja yang baik hingga triwulan ketiga tahun 2023, Bank Mandiri juga optimistis akhir tahun 2023 pertumbuhan kredit ini berada di range atas guidance, dimana guidance Bank Mandiri untuk pertumbuhan kredit tahun 2023 adalah 10%-12%.
"Dan kami perkirakan pertumbuhan ini akan merata baik di segmen wholesale maupun juga di segmen ritel," ungkap Sigit.
Pada sisi profitabilitas, Bank Mandiri memperkirakan net interest margin (NIM) juga masih akan ada di range atas guidance, dimana guidance bank mandiri untuk NIM 2023 adalah 5,3%-5,6%
"Dan untuk menjaga NIM tetap stabil, kami senantiasa mendorong untuk menjaga cost of fund atau biaya dana tetap rendah dengan terus meningkatkan CASA yang asalnya dari transaksional melalui optimalisasi dari digital platform kami Kopra dan digital app atau SuperApp Livin'," pungkas Sigit.
(akr)