GROBOGAN - Aksi brutal sejumlah warga yang tengah mabuk minuman keras (Miras), viral di media sosial. Para pemabuk tersebut, menghajar seorang
prajurit TNI berseragam loreng secara beramai-ramai, hingga
prajurit TNI tersebut terjungkal di tanah.
Baca juga: 2 Prajurit Gugur di Papua, Panglima TNI: Kita Gunakan Hard Power Jika KKB Menyerang Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat
prajurit TNI tersebut hanya berupaya mempertahankan diri saat dihajar para pemabuk secara beramai-ramai. Sejumlah anggota polisi, dan warga lainnya, berupaya meredam situasi tetapi justru ikut menjadi sasaran kebrutal para pemabuk.
Aksi
pengeroyokan secara brutal terhadap
prajurit TNI ini, terjadi di pagelaran konser organ tunggal di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
Prajurit TNI yang dikeroyok tersebut, merupakan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0717 Grobogan.
Baca juga: Mencekam! Relawan Berjibaku Evakuasi Pendaki di Tengah Letusan Gunung Marapi Babinsa tersebut, tengah bertugas mengamankan acara hajatan warga di Desa Ngembak. Saat konser organ tunggal berlangsung, terjadi tawuran antar warga karena pengaruh miras. Babinsa tersebut, berupaya meredam situasi namun memicu ketersinggungan para pelaku, sehingga terjadi aksi
pengeroyokan terhadap
prajurit TNI tersebut.
Mengetahui
dikeroyok, Babinsa tersebut berusaha menghindar dan tidak melakukan perlawanan, hingga dia terjatuh dan menjadi bulan-bulanan warga. Korban sempat mengalami beberapa pukulan di bagian dada, dan tendangan di bagian kepala.
Beberapa anggota kepolisian yang juga berjaga, kemudian berhasil menyelamatkan korban dan menghalau massa. Berbekal video viral
pengeroyokan tersebut, anggota polisi bersama anggota TNI Kodim 0717 Grobogan, berhasil menangkap lima pelaku
pengeroyokan di rumahnya masing-masing.
Wakapolres Grobogan, Kompol Gali Atmajaya menjelaskan, baru lima pelaku
pengeroyokan yang berhasil ditangkap. "Bisa dimungkinkan jumlah pelaku
pengeroyokan akan bertambah, hal ini didasarkan keterangan dari kelima pelaku yang sudah tertangkap," ujarnya.
Baca juga: Viral! Remaja 14 Tahun Tertangkap Basah saat Bobol SMA Negeri 4 Tanjungpinang Dari hasil pemeriksaan, Atmaja menyebut, para pelaku
pengeroyokan mengaku dalam kondisi mabuk berat sehingga tidak bisa kontrol diri. Sementara itu, Dandim 0717 Grobogan, Letkol Arh. Muda Setiawan mengaku sangat geram melihat anggotanya dianiaya saat bertugas.
Dia meminta agar seluruh pelaku
pengeroyokan prajurit TNI tersebut, dijatuhi hukuman sesuai hukum yang berlaku. "Ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku
pengeroyokan, dan memberikan pelajaran bagi warga lainnya untuk tidak main hakim sendiri terhadap aparat yang sedang bertugas," tegas Setiawan.
Lima pelaku yang berhasil ditangkap, sempat mengelak bahwa mereka melakukan
pengeroyokan. Mereka hanya berupaya melerai
pengeroyokan tersebut. Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti
pengeroyokan untuk kepentingan penyelidikan.
(eyt)