floating-Mengenal Varian EG.5...
Mengenal Varian EG.5 yang Bikin Kasus Covid-19 di Singapura dan Amerika Ngegas
Mengenal Varian EG.5...
Mengenal Varian EG.5 yang Bikin Kasus Covid-19 di Singapura dan Amerika Ngegas
Selasa, 05 Desember 2023 - 10:20 WIB
JAKARTA - Kasus Covid-19 di Singapura dan Amerika dilaporkan melonjak karena kemunculan varian baru yang diberi nama EG.5. Subvarian ini disebut juga dengan Eris.

Ahli kesehatan Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM mengatakan bahwa Covid-19 varian EG.5 per Agustus 2023 menyumbang 17 persen kasus di Amerika. Selain itu, kasus Covid-19 di Singapura meningkat dua kali lipat.

"Singapura dan Amerika sedang berhadapan dengan strain baru virus Covid-19 yaitu EG.5," kata Prof Zubairi dikutip dari akun X pribadinya, Selasa (5/12/2023).

EG.5 merupakan subvarian turunan dari Omicron XBB.1.9.2. Virus ini mempunyai satu mutasi yang dapat menghindari kekebalan yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh dari respon varian serta vaksin sebelumnya.

Mengenal Varian EG.5...


Foto/Infografis SINDOnews

Baca Juga: Covid-19 Varian Baru Hantui Singapura dan Amerika, Ahli Ungkap Gejala Serta Bahayanya

Dilansir dari The New York Times, sebelumnya EG.5 sempat mendominasi kasus Covid-19 di dunia pada bulan Agustus lalu. Namun subvarian ini telah terdeteksi pada Februari 2023 di China dan mulai masuk ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya pada April 2023..

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut subvarian ini sebagai varian of interest. Eg.5 telah mengalami perubahan genetik yang mempengaruhi tingkat percepatan penyebarannya, bahkan sejak September lalu.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa EG.5 sempat mendominasi sebanyak 29,4 persen kasus Covid-19 di Amerika Serikat. Artinya varian ini menyebar dengan sangat cepat dan mempunyai tingkat penularan yang cukup tinggi dibanding dengan varian-varian yang ada sebelumnya.

Sama halnya dengan Covid-19 varian lainnya, EG.5 menimbulkan beberapa gejala yang cenderung pada saluran pernapasan bagian atas. Seperti halnya pilek, sakit tenggorokan, dan gejala mirip pilek lainnya.

Baca Juga: Ahli Kesehatan Duga Kasus Covid-19 di Indonesia Sedang Melonjak

"Gejalanya sama dengan varian lainnya. Untuk para lansia sebagai kelompok rentan Covid-19 diharapkan untuk memperhatikan gejala di pernapasan. Jika mengalaminya maka segera lakukan tes Covid ya," jelas Prof Zubairi.

Meski demikian, virus ini dapat menyebabkan penyakit parah pada saluran pernapasan bagian bawah. Khususnya bagi orang berusia 65 tahun ke atas dengan sistem kekebalan tubuh yang rentan atau berisiko.

"Peningkatan jumlah kasus cukup cepat. Tapi jumlah kasusnya masih cukup rendah," ujar Prof Zubairi.

"Pesatnya peningkatan kasus inilah yang menjadikan varian EG.5 perlu diberikan perhatian lebih," pungkasnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Warga Malaysia Diminta Kembali Pakai Masker
(dra)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Hantavirus Merebak,...
Hantavirus Merebak, Bill Gates Peringatkan Pandemi Berikutnya Bisa 10 Kali Lebih Buruk
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya