floating-Kasus Mycoplasma Pneumonia...
Kasus Mycoplasma Pneumonia dan Covid-19 Meningkat, Ahli Minta Perhatikan Asupan Nutrisi
Kasus Mycoplasma Pneumonia...
Kasus Mycoplasma Pneumonia dan Covid-19 Meningkat, Ahli Minta Perhatikan Asupan Nutrisi
Kamis, 07 Desember 2023 - 21:33 WIB
JAKARTA - Dunia kembali digemparkan dengan hadirnya penyakit mycoplasma pneumonia . Tak hanya itu, ada juga pelonjakkan kasus Covid-19 subvarian EG.5 dan HK.3 di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski gejala yang ditimbulkan cenderung ringan, Ahli Epidemiologi, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH. mengemukakan bahwa sistem kerja hybrid dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan serta potensi kerumunan yang dapat berdampak pada peningkatan angka kasus Covid-19.

Baca Juga: Covid-19 di Indonesia Meningkat, Vaksinnya Masih Ampuh?

“Tentunya pola kerja hybrid akan sangat membantu,” kata dr. Dicky kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (7/12/2023).

Lebih lanjut, dr. Dicky juga menjelaskan peningkatan kasus ini bukan hanya disebabkan oleh kehadiran subvarian baru, melainkan juga tingkat kekebalan imunitas masyarakat baik dari vaksinasi maupun bekas terinfeksi jadi mulai menurun.

“Ketika endemik tiap negara punya potensi lonjakan masing-masing yang tentunya bervariasi, tergantung imunitas masyarakat, program vaksinasinya, dan penerapan prokesnya,” jelasnya.

Dirinya juga mengimbau khususnya pada kelompok rawan yang mudah terinfeksi seperti orang dalam komorbiditas, para lansia, dan anak berusia di bawah tiga tahun agar segera melengkapi vaksinasi primer dan juga booster. Hal ini bertujuan agar tidak semakin rentan terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: 5 Perbedaan Penyakit Pneumonia Biasa vs Mycoplasma Pneumonia

Selain vaksinasi, dr. Dicky juga menyarankan seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh setiap harinya dan mulai giat berolahraga demi kualitas imun yang baik.

“Tentu meningkatkan imunitas itu penting dengan gizi seimbang, olahraga, kemudian kalau dirasa kurang boleh ditambah supplement. Tapi yang penting adalah konsumsi buah dan sayuran,” ucap dr. Dicky.
(tdy)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS