floating-Selain Corona, Sulit...
Selain Corona, Sulit Dipercaya Publik Bikin Bisnis Leasing Tambah Tekor
Selain Corona, Sulit...
Selain Corona, Sulit Dipercaya Publik Bikin Bisnis Leasing Tambah Tekor
Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:38 WIB
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan bisnis leasing atau multifinance diramal bakal semakin terpuruk hingga 2%-3%. Selain pandemi, sulit mendapatkan kepercayaan publik jadi penyebab tekornya bisnis tersebut.

"Ini yang perlu kita diskusikan bersama bahwa semoga perbankan dapat memberikan angin segar lagi kepada perusahaan pembiayaan yang memiliki tata kelola yang baik,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi saat acara Infobanktalknews bertema Menakar Kekuatan Multifinance di Era New Normal: "Menahan Goncangan Lewat Stimulus Kebijakan OJK" di Jakarta Rabu, (12/8/2020).

Baca Juga: Awas! Kredit Macet Gelombang Dua Bikin Pengusaha Leasing Tambah Njerit

Menurut dia masih dihantui krisis kepercayaan yang belum sepenuhnya pulih, industri pembiayaan kembali harus menghadapi tantangan Pandemi Covid-19 yang mengerek turun kinerja keuangan. APPI mencatat berdasarkan data OJK per Mei 2020, aset industri mengalami penurunan 1,42% secara setahunan (year on year/yoy) menjadi Rp507 triliun.

Piutang pembiayaan pun selaras mengalami penurunan 6,4% (yoy) menjadi Rp420 triliun. Sedangkan NPF melonjak ke level 4,1%. Dia juga menyorotI industri otomotif juga mengalami pukulan dan sudah banyak perusahaan yang melakukan langkah menghentikan produksi. Hal ini tentunya turut memberikan dampak signifikan terhadap industri pembiayaan.

Namun demikian, sambung dia, APPI bersama anggotanya telah menyiapkan strategi untuk tetap bertahan menghadapi gejolak perekonomian yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19. Suwandi mengatakan, industri pembiayaan harus melakukan efisiensi biaya, selektif memilih debitur dan mencari sumber pendanaan baik dari perbankan, nonbank, obligasi, pasar modal, dll.

Baca Juga: Penyebab Debt Collector Masih Menagih Meski Ada Pelonggaran Kredit

Hal yang terpenting adalah seleksi debitur ke depan akan menjadi suatu perubahan pola tidak hanya saat new normal, tapi juga di industri keuangan ke depan. "Sumber dana juga sesuatu yang sangat penting bagi perusahaan pembiayaan karena ini adalah darah dari perputaran bagaimana kita bisa bertumbuh. Kita bisa bertumbuh menjadi industri yang sangat besar tentu tidak terlepas dari dukungan perbankan," pungkasnya.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
MNC Finance Bakal Tindak...
MNC Finance Bakal Tindak Tegas Pelanggaran Internal dan Eksternal dalam Proses Pembiayaan
KPK Telusuri Kredit...
KPK Telusuri Kredit Macet terkait Kasus LPEI
Prabowo Sentil Pengusaha...
Prabowo Sentil Pengusaha Besar Suka Minta Restrukturisasi Kredit ke Pemerintah
Diduga Jual Data Nasabah...
Diduga Jual Data Nasabah Leasing, 8 Aplikasi Mata Elang Dihapus dari Google
Utang UMKM Rp2,7 Triliun...
Utang UMKM Rp2,7 Triliun Sudah Direstrukturisasi, OJK Minta Hapus Kredit Macet Lanjut