floating-Masjid Al-Aqsa Hampir...
Masjid Al-Aqsa Hampir Kosong! Israel Batasi Akses Muslim Salat Jumat 18 Pekan
Masjid Al-Aqsa Hampir...
Masjid Al-Aqsa Hampir Kosong! Israel Batasi Akses Muslim Salat Jumat 18 Pekan
Jum'at, 09 Februari 2024 - 22:15 WIB
YERUSALEM - Pembatasan yang dilakukan Israel mencegah puluhan ribu Muslim Palestina melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa selama 18 pekan berturut-turut sejak Tel Aviv melancarkan perang genosida di Gaza.

Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa masjid tersebut tampak hampir kosong dari jamaah Muslim karena pembatasan yang dilakukan Israel.

Pasukan kolonial Israel telah memberlakukan pembatasan memasuki Masjid Al-Aqsa sejak 7 Oktober, namun pembatasan tersebut sangat ketat pada hari Jumat.

Pembatas telah dipasang di pintu masuk Kota Tua dan di gerbang luar Masjid Al-Aqsa dan hanya orang lanjut usia yang diperbolehkan melewatinya.

Pembatasan yang dilakukan Israel memaksa ratusan jamaah melaksanakan salat di jalan-jalan dekat Kota Tua.

Serangan brutal Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan 100.000 warga Palestina tewas, terluka dan hilang.

Israel belum mendapatkan sanksi internasional karena selalu dilindungi Amerika Serikat (AS) di Dewan Keamanan PBB.

AS menjadi pemasok utama persenjataan yang digunakan Israel untuk membantai warga Palestina di Jalur Gaza.

Israel masih mengabaikan perintah Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mencegah terjadinya genosida di Jalur Gaza.

Baca juga: Serangan Israel Menggila di Rafah, Upaya Gencatan Senjata Berlanjut
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan