floating-Diperiksa Kasus Dugaan...
Diperiksa Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Rektor Nonaktif UP Dicecar 32 Pertanyaan
Diperiksa Kasus Dugaan...
Diperiksa Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Rektor Nonaktif UP Dicecar 32 Pertanyaan
Selasa, 05 Maret 2024 - 14:14 WIB
JAKARTA - Rektor nonaktif Universitas Pancasila (UP), Edie Toet Hendratno (ETH), dicecar 32 pertanyaan oleh penyidik saat menjalani pemeriksaan kasus dugaan pelecehan seksual di Polda Metro Jaya.

Hal ini disampaikan Faizal Hafied kuasa hukum ETH, seusai pemeriksaan. Dalam kesempatan itu, pihak terlapor juga membawa bukti untuk membantah tudingan pelapor.

"Hari ini kami sudah menghadiri undangan klarifikasi, tadi sekitar 3 jam. Ada 32 pertanyaan tadi kami juga membawa bukti-bukti kuat dan sudah kita sampaikan ke penyidik," ujar Faizal Hafied di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Selasa (5/3/2024).

Baca juga: Rektor UP Kembali Diperiksa Penyidik Polda Metro Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Faizal berharap sikap kooperatif kliennya bisa membuat perkara ini menemui titik terang. "Mudah-mudahan kehadiran kami hari ini membuat clear perkara tersebut dan mudah-mudahan memulihkan nama baik klien kami yang merupakan rektor berprestasi," kata dia.

Kendati demikian, Faizal enggan membeberkan bukti yang diserahkan pihaknya ke penyidik hari ini. "Bukti enggak bisa kami sampaikan tapi bisa membuat perkara ini semakin terang. Tadi sudah kami sampaikan juga sangat lengkap buktinya nanti kita sampaikan di lain waktu," ucapnya.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang