SINGAPURA -
Viral di media sosial pengakuan seorang
kurir makanan di
Singapura yang mendapatkan penghasilan sebesar SGD8.000 atau setara dengan Rp99 juta sebulan. Kisah pria bernama Teo itu langsung menarik perhatian netizen.
Melalui akun TikTok pribadinya, Teo mengatakan bahwa dirinya memulai profesinya sebagai
kurir makanan sejak Desember 2022. Pekerjaan ini dia tekuni setelah berjuang melawan kecanduan narkoba selama bertahun-tahun.
Dalam unggahan itu, Teo membagikan serangkaian foto yang menunjukkan penghasilannya pada Desember 2023. Di mana satu foto menunjukkan total pendapatannya pada bulan tersebut adalah SGD8,454.98 atau Rp9,9 juta.
Setelah menyelesaikan 1.364 pengiriman pada bulan itu, Teo memperoleh rata-rata SGD16,68 atau Rp195 ribu per jam. Rata-rata, dia mendapat SGD6 ribu atau Rp70 juta per bulan meskipun jumlah yang dia peroleh di wilayahnya “rendah” per perjalanan.
Baca Juga: Viral! Seorang Pria Lamar sang Kekasih di Konser Taylor Swift Singapura, Netizen Salfok Sama Kotak Cincinnya Foto/Must Share News
Selama musim perayaan seperti Deepavali, Tahun Baru Imlek, dan Natal, ada pencarian khusus di aplikasi pengiriman yang memungkinkan kurir makanan seperti dia mendapatkan lebih banyak penghasilan.
Peluang lain untuk memperoleh penghasilan lebih besar mencakup biaya tambahan pada jam sibuk dan hujan. Teo, yang berusia 29 tahun menceritakan bahwa dia berjuang melawan kecanduan narkoba yang kambuh antara akhir 2020 dan akhir 2022.
“Saya terlilit hutang dan kehilangan kepercayaan dari keluarga dan teman-teman saya,” kata Teo.
Baru pada Desember 2022 dia mulai bekerja sebagai kurir makanan. Banyak orang mulai memanggilnya Pandaking setelah memposting tentang prestasinya.
Baca Juga: Viral! Emak-Emak Ini Bingung Barang Pesanannya Datang Terlalu Cepat: Duitnya Belum Ada “Saya tidak menyebut diri saya Pandaking, itu (dibuat) oleh masyarakat,” jelasnya dilansir dari Must Share News, Selasa (5/3/2024).
Ketika ditanya rahasia memperoleh pendapatan yang besar, Teo mengatakan bahwa dia menekankan ketahanan, jam kerja, dan komitmen. “Bersikap cepat dan ceroboh bukanlah kunci untuk memperoleh pendapatan,” ujarnya.
Teo mengungkapkan dalam sebuah komentar bahwa dia telah memotong jam kerjanya menjadi 14 jam pada hari kerja dan 16 hingga 17 jam pada akhir pekan. Ini menyiratkan bahwa dia dulu bekerja dengan jam kerja yang lebih panjang.
Dia berharap dengan membagikan kisahnya di media sosial dapat menginspirasi orang lain yang memiliki masalah keuangan. “Saya hanya ingin memberi tahu orang-orang, jangan hanya mengeluh bahwa Anda tidak bisa melakukannya. Berusaha lebih keras, suatu hari hasil Anda akan terlihat,” pungkasnya.
Baca Juga: Viral! Tarif Parkir VIP di Stasiun Tugu Jogja Rp350 Ribu selama 7 Jam (dra)