SUKABUMI - Aliansi
Mahasiswa Sukabumi Bergerak, turun ke jalan unjuk rasa memprotes rencana pemerintah mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Elemen mahasiswa terdiri dari HMI, PMII, GMNI, IMM, KAMI, HIMASI, dan BEM seluruh perguruan tinggi di Sukabumi.
Mahasiswa melakukan long march dari Lapang Merdeka menuju Balai Kota Sukabumi, Kamis (7/3/2024). Mahasiswa melakukan orasi di atas mobil komando dan memaksa masuk untuk bertemu dengan Pj Wali Kota
Sukabumi .
Aparat kepolisian menghadang sehingga mahasiswa gagal bertemu dengan Pj Wali Kota Sukabumi. Mahasiswa akhirnya bergerak ke Gedung DPRD Kota Sukabumi. Perwakilan dari setiap mahasiswa bergantian melakukan orasi terkait harga beras yang mahal.
Baca juga; Kritik Penguasa Tidak Netral dalam Pemilu, Aliansi Mahasiswa Banyumas Demo dan Bakar Ban Mahasiswa memaksa masuk ke Gedung DPRD Kota Sukabumi, namun hadang aparat kepolisian. Terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi di gerbang kantor wakil rakyat tersebut.
Koordinator aksi mahasiswa, Anggi Fauzi mengatakan, pihaknya menuntut pemerintah daerah untuk dapat menstabilkan harga beras di Sukabumi. Selain itu juga meminta agar gabah kering dari masyarakat bisa diserap oleh pemerintah.
“Bulan April ini masuk pada momentum panen raya, tapi pemerintah pusat mewacanakan impor beras. Tuntutan kita tolak impor beras, kembali stabilkan harga dan tolak kenaikan harga beras," ujar Anggi.
Baca juga; Demo Diguyur Hujan Deras, Sebagian Mahasiswa di Bandung Balik Kanan Tuntutan ketiga, kata Anggi, menolak wacana kenaikan BBM yang akan semakin berdampak bagi masyarakat. “Saat ini harga beras sudah naik, masyarakat jangan dibebani lagi dengan harga kenaikan BBM,” katanya.
(wib)