floating-Haji 2024, Imam-Khatib...
Haji 2024, Imam-Khatib di Masjidilharam dan Masjid Nabawi Persingkat Khutbah dan Bacaan Salat Jumat
Haji 2024, Imam-Khatib...
Haji 2024, Imam-Khatib di Masjidilharam dan Masjid Nabawi Persingkat Khutbah dan Bacaan Salat Jumat
Sabtu, 08 Juni 2024 - 07:48 WIB
JAKARTA - Yang Mulia Ketua Urusan Keagamaan al-Haramain memberikan arahan kepada para imam dan khatib di Masjidilharam dan Masjid Nabawi agar mempersingkat khutbah dan bacaan salat Jumat pada musim haji 2024. Ini mempertimbangkan kondisi para tamu Allah dan jemaah salat di pelataran tawaf, lantai atap, dan halaman akibat terik panas yang menyengat.

Ketua Urusan Keagamaan di Masjidilharam dan Masjid Nabawi Syaikh Dr Abdurrahman as-Sudais menuturkan hal ini merupakan bagian dari kemudahan, keringanan, dan membendung kesulitan terhadap jemaah haji yang hadir di Baitullah dan salat Jumat di dua masjid suci ini.

Baca juga: Masjidilharam dan Masjid Nabawi Dipadati Jemaah Umrah Jelang Musim Haji 2024

Kebijakan ini juga sejalan dengan perintah Nabi Muhammad SAW, "Persingkatlah khutbah. Sesungguhnya sebagian dari penjelasan itu mengandung sihir (memikat)." (HR. Muslim)

Demikian pula yang dijelaskan dalam hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu. "Aku shalat bersama Rasulullah SAW. Aku menjumpai shalat beliau sedang dan khutbah beliau pun sedang." (HR. Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Maksudnya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu singkat."

Syaikh Dr Abdurrahman as-Sudais menjelaskan mimbar dua masjid suci memiliki tempat yang tinggi di hati kaum muslimin sehingga mereka mendengarkan dengan seksama untuk mendapatkan pemahaman Islam yang benar dan moderat serta petunjuk dari khutbah-khutbahnya. Khutbah yang terlalu panjang dapat membuat jemaah lupa dengan bagian awalnya.

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Rasulullah SAW tidak berbicara seperti cara kalian berbicara sekarang, tetapi beliau berbicara dengan kata-kata yang jelas dan teratur, yang dapat dihafal oleh orang yang duduk bersamanya." (HR. Tirmidzi)

Ketua Urusan Keagamaan juga mengarahkan para imam di kedua masjid suci untuk meringankan jemaah dengan mengurangi jumlah bacaan Al-Qur’an dan memperpendek waktu antara azan serta iqamah selama musim haji.

Hal ini memperhatikan banyaknya jemaah haji yang datang, termasuk yang lemah dan lanjut usia, serta untuk mengatasi kepadatan yang terjadi. Semua ini dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah dan tujuan-tujuan yang diutamakan.
(jon)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air