MANGGARAI BARAT - Kapal wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat,
Nusa Tenggara Timur (NTT), secara resmi mulai memberlakukan tiket elektronik (e-Ticket) untuk pelayaran.
Para pengunjung ke
Taman Nasional Komodo dan sekitarnya, yang menggunakan kapal wisata, wajib scan QR code boarding passdi terminal keberangkatan yang tersedia.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menetapkan 3 titik lokasi sebagai terminal keberangkatan.Ketiganya adalah Pelabuhan Marina Waterfront City Labuan Bajo, Dermaga Hotel Ayana dan Dermaga Hotel Taaktana/Mariot Labuan Bajo.
Baca Juga: Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo Meningkat selama Libur Lebaran, Naik 14% Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengatakan, pihaknya sudah memberlakukan sistem tiket elektronik ini sejak 23 Juli 2024 usai dilakukan sosialisasi dan uji coba.
“Pada periode23-31 Juli 2024, kami dapatkan total penumpang 17.538 dengan rincian orang asing (WNA) sebanyak 11.824, yang lokal (WNI) sebanyak 5.714 orang,” ungkap Risdiyanto, Jumat (2/7/2024).
Diketahui, pemberlakuan sistem tiket elektronik ini menggunakan aplikasi Easybook.com. Aplikasi ini dikembangkan oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan KSOP Labuan Bajo.
Baca Juga: Jadi Destinasi Unggulan, Labuan Bajo Hadirkan Resort Mewah Kelas Dunia Menurut data yang terekam di aplikasi Easybook.com, paling banyak para penumpang tersebut melakukan akses pelayaran wisata melalui Marina Waterfront City Labuan Bajo.
“Boardingdi tempat yang kita tahu, dimanaboardingdari Marina Waterfront City Labuan Bajo 16.824 penumpang, Hotel Ayana 683 penumpang dan Mariot 31 penumpang,” bebernya.
Risdiyanto mengakui, sistem ini memudahkan pihaknya mendapatkan data akurat jumlah penumpang kapal dan memastikan kelayakan pelayaran kapal wisata sesuai aturan berlaku demi tercegahnya kecelakaan.
“Kita sediakanboarding kityang nyaman, lalu bisa dikunci kapasitas maksimal kapal berapa, sehingga jika pesan tiket melebihi kapasitas kapal tidak bisa. Lebih mudah, lebih nyaman dan lebihsafety,” ungkapnya.
”Contohnya, sekarang kalau dilihat orang naik sekoci pakai life jacket, lalu minimalisir penipuan penumpang yang pesan kapal. Kalau pakai aplikasi, kapal sudah tersedia dan kalau penuh tidak bisa dipesan lagi,” imbuhnya.
Tata kelola penumpang yang baik, lanjutnya, juga akan mempermudah tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi jika terjadi kecelakaan kapal. “Karena data akurat,” pungkasnya.
(ams)