floating-Relief Candi Jago Jadi...
Relief Candi Jago Jadi Inspirasi Perajin Batik Kota Malang
Relief Candi Jago Jadi...
Relief Candi Jago Jadi Inspirasi Perajin Batik Kota Malang
Senin, 14 Oktober 2024 - 08:06 WIB
MALANG - Candi Jago di Tumpang, Kabupaten Malang menyimpan beragam relief. Candi yang didirikan pada masa Kerajaan Singhasari abad ke-13, sebagai penghormatan bagi Raja ketiga kerajaan Singhasari, Wisnuwardhana.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi mengatakan, candi Jago paling kaya cerita reliefnya. Ada relief cerita Tantri Kamandaka, Aridharma, Kunjarakarna, Parthayajnya, Arjunawiwaha, Krisnayana.

"Para perajin batik bisa menjadikan relief-relief tersebut sebagai inspirasi membuat motif dan hias batik ," kata Rakai di hadapan peserta perajin batik kota Malang, Minggu (14/10/2024). Baca juga: Batik, Identitas dan Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Dunia

Momen peringatan Hari Batik dimanfaatkan Asosiasi Perajin Batik Kota Malang untuk menggelar event. Event dipusatkan di situs cagar budaya nasional candi Jago.

Meliputi tutorial memakai kain jarik oleh 8 model, batik show special performance 30 Model, kelas mencanting, hunting foto, dan sarasehan bertajuk Eksplorasi Batik Malang Bermotif Binatang pada Relief Tantri Kamandaka. Adapun gelaran event itu bekerja sama dengan SMAN 1 Tumpang, serta melibatkan komunitas perajin batik Kabupaten Malang.

Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang, Ki Demang mengatakan, para peserta diberi kebebasan menuangkan ragam motif sesuai ide dan kreativitasnya. Menurutnya, perajin batik Malang memang kaya motif, mulai dari topeng, tugu, teratai serta motif-motif yang dikembangkan dari daerahnya seperti Sukun, Blimbing.

"Itu semua berkembang sesuai dengan minat dan pesanan. Jadi semua sah-sah saja yang penting produktif. Ada motif paling tua yaitu motif kawung yang kitadapati pada arca Pratjaparamita," ujarnya.

Pada sesi kegiatan kelas berkain dan hunting foto di candi Jago, selain memperkenalkan eksistensi perajin batik, peserta diberikan strategi promosi batik sekaligus edukasi mengenai kekayaan sejarah.

Ki Demang yang juga ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kota Malang menegaskan, Malang memang menjadi salah satu tonggak peradaban di Jawa sejak adanya Medang, Kanjuruhan, Singhasari hingga Majapahit. "Beragam relief arca di candi Jago bisa menjadi alternatif motif yang dapat dikembangkan oleh perajin batik Malang," tuturnya.

Owner Batik Blimbing, Wiwik Niarti berkesempatan memberikan tutorial 5 model mengenakan kain jarik kepada 25 model dari SMAN 1 Tumpang. Wiwik mengaku prihatin adanya pemakaian kain jarik dan kebaya yang sudah banyak keluar pakem, apalagi itu di atas paha dan dibuat senam, joget pargoy. Itu sungguh tidak sopan.

"Makanya saya edukasi generasi muda agar bisa memakai kain yang lebih anggun sesuai dengan situasi dan peruntukan acara," ujar wakil kepala sekolah SMK 1 Muhammadiyah Malang ini. Baca juga: Kerajaan Singasari: Asal-usul, Masa Kejayaan, Keruntuhan dan Peninggalannya

Diketahui, pada 2 Oktober 2009, organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya takbenda (Intangible Cultural Heritage). Batik layak diakui dunia karena dibuat dengan teknik, memiliki simbolisme, dan budaya yang sangat melekat dengan kebudayaan Indonesia.
(poe)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kemendagri Gelar Pameran...
Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Batik Fair di Surabaya,...
Batik Fair di Surabaya, PGN Dorong Pemberdayaan UMKM dan Anak Disabilitas
Majukan UMKM, Rumah...
Majukan UMKM, Rumah Batik TBIG Gandeng Desainer Ciptakan Batik Anak Muda
Rumah BUMN SIG Bantu...
Rumah BUMN SIG Bantu UMKM Batik Rembang Tembus Pasar Global
Time Magazine Nobatkan...
Time Magazine Nobatkan House of Tugu Jakarta World’s Greatest Places 2026