floating-Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Hijau ke Level 7.263
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Hijau ke Level 7.263
Jum'at, 08 November 2024 - 09:37 WIB
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dibuka menguat ke level 7.263 pada Jumat (8/11). Berjalan satu menit pertama, IHSG masih tumbuh 0,65 persen ke 7.290.

Total 174 saham menguat, 64 melemah, dan 703 lainnya stagnan. Nilai transaksi awal menyentuh Rp354,4 miliar, dari volume 227,1 juta saham. Sejumlah indeks pendukung berada di zona hijau seperti LQ45 naik 0,52 persen ke 891,61, LQ45 menguat 0,42 persen ke 508,91, IDX30 tumbuh 0,56 persen ke 459,61, dan MNC36 melesat 0,61 persen ke 354,00.

Baca Juga: IHSG Berakhir Terjun Bebas ke 7.243 Saat Ada 371 Saham Melemah

Sektor pendukung indeks datang dari bahan baku, infrastrukur, dan teknologi, diiringi sebagian besar sektor lainnya. Sementara yang turun hanya konsumer nonsiklikal dan siklikaL.

Tiga saham yang memimpin top gainers antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 11,25 persen ke Rp6.675, PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat 10,70 persen ke Rp2.120, dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) melesat 10,27 persen ke Rp161.

Baca Juga: Dijegal Kenaikan Tarif, Ekspor China Melonjak ke Level Tertinggi

Sedangkan yang menghuni top losers meliputi PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) melemah 9,52 persen ke Rp95, PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) anjlok 9,23 persen ke Rp59, dan PT Victoria Insurance Tbk (VINS) merosot 8,55 persen ke Rp107.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026