floating-5 Fakta Mengejutkan...
5 Fakta Mengejutkan Tabrakan American Airlines vs Helikopter Black Hawk Angkatan Darat AS
5 Fakta Mengejutkan...
5 Fakta Mengejutkan Tabrakan American Airlines vs Helikopter Black Hawk Angkatan Darat AS
Jum'at, 31 Januari 2025 - 10:51 WIB
WASHINGTON - Pesawat American Airlines telah bertabrakan dengan helikopter Sikorsky H-60 Black Hawk Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) di atas Washington DC pada Rabu malam waktu setempat. Tabrakan di udara terjadi di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington DC.

Tabrakan terjadi ketika pesawat American Airlines yang membawa 64 orang—60 penumpang dan 4 awak—hendak mendarat di Bandara Nasional Ronald Reagan setelah terbang dari Kansas. Sedangkan helikopter militer AS yang membawa tiga orang sedang dalam misi latihan.

Baca Juga: Tabrakan American Airlines vs Helikopter Black Hawk AS: Tak Ada yang Selamat, 40 Jasad Ditemukan

5 Fakta Mengejutkan Tabrakan American Airlines vs Helikopter Black Hawk Angkatan Darat AS

1. Manuver Tak Beres Helikopter Militer AS



Malam sebelum pesawat American Airlines—yang terbang sebagai American Eagle 5342—bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan pada Rabu malam, sebuah pesawat yang mencoba mendarat di bandara yang sama harus berputar balik dan melakukan pendekatan lain setelah sebuah helikopter militer mendekati jalur penerbangannya.

The Washington Post melaporkan bahwa rekaman audio dari kontrol lalu lintas udara merekam kejadian tersebut, dan akhirnya, pesawat Embraer E-175 tersebut—yang diketahui sebagai Penerbangan Republic Airways 4514—mendarat dengan selamat, menurut perangkat lunak pelacakan penerbangan.

Hal itu membuat pesawat keluar dari jalur yang tepat untuk mendarat, tetapi berhasil mendarat dengan selamat beberapa menit kemudian, menurut laporan The Associated Press.

Dalam insiden tabrakan American Airlines dengan helikopter Black Hawk, para pakar juga merasa aneh manuver helikopter militer AS tersebut. Yakni, mengapa helikopter tidak menjauh dan justru mendekati pesawat penumpang yang hendak mendarat.

2. Total 67 Orang, Tak Ada yang Selamat



American Airlines membawa 64 orang dan helikopter Black Hawk membawa tiga orang saat tabrakan terjadi. Pihak pemadam kebakaran menyatakan tak ada yang selamat dalam tragedi ini, meski baru sekitar 40 jenazah yang ditemukan di Sungai Potomac—tempat American Airlines jatuh usai tabrakan.

Presiden Donald Trump juga mengonfirmasi bahwa tidak ada yang selamat. Banyak korban belum diidentifikasi secara publik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Layanan Medis Darurat Distrik Columbia John Donnelly sebelumnya mengatakan bahwa upaya di lokasi kejadian telah beralih dari operasi penyelamatan menjadi operasi pemulihan.



3. American Eagle Terbelah Jadi Dua



Pesawat American Airlines yang tabrakan beroperasi dengan nama American Eagle No 5342. Itu dioperasikan oleh PSA Airlines. American Eagle dan PSA Airlines adalah anak perusahaan American Airlines.

Pesawat American Eagle terbelah menjadi dua setelah tabrakan dan jatuh di Sungai Potomac menjadi beberapa bagian dan terendam sedalam 5-8 kaki. Saat tabrakan di udara, muncul ledakan dan bola api besar.

Sementara itu, helikopter yang terlibat dalam tabrakan itu sedang dalam penerbangan pelatihan dan milik Kompi B, Batalyon Penerbangan ke-12 dari Fort Belvoir di Virginia.

Perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit, yang umumnya dikenal sebagai kotak hitam, telah ditemukan dari pesawat yang jatuh. Itu akan dianalisis di laboratorium NTSB, yang terletak sekitar satu mil dari lokasi kecelakaan.

Penyelam telah memiliki akses ke kabin pesawat. Barang bawaan termasuk di antara barang yang ditemukan oleh penyelam.

Helikopter itu terbalik tetapi sebagian besar masih utuh.



4. Suami Istri Asal Rusia Jadi Korban Tewas



Peseluncur papan atas dari Rusia dan Amerika Serikat—termasuk 6 orang yang memiliki hubungan dengan Klub Seluncur Boston— termasuk di antara para korban tewas.

Atlet Jinna Han dan Spencer Lane, ibu mereka Jin Han dan Christine Lane, dan pelatih seluncur Vadim Naumov dan Evgenia Shishkova semuanya berada di dalam pesawat American Airlines, kata Doug Zeghibe, CEO dan direktur eksekutif klub seluncur.

Mereka sedang dalam perjalanan pulang dari Kamp Pengembangan Nasional, yang diadakan sehubungan dengan Kejuaraan Seluncur Indah AS baru-baru ini di Wichita.

Naumov dan Shishkova, sepasang suami istri, adalah atlet seluncur indah kelahiran Rusia yang memenangkan Kejuaraan Seluncur Indah Dunia 1994 dan pernah menjadi pelatih di klub tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya mengonfirmasi bahwa Naumov dan Shishkova berada di dalam pesawat bersama dengan warga negara Rusia lainnya.

Presiden Trump membahas kecelakaan itu dalam sebuah pengarahan di Gedung Putih pada Kamis pagi, di mana dia mengonfirmasi bahwa tidak ada yang selamat. "Saya berbicara kepada Anda pagi ini di tengah kesedihan bagi bangsa kita," kata Trump.

5. Kecelakaan Pesawat Komersial Besar Pertama di AS Dalam Hampir 16 Tahun



Insiden Rabu malam tercatat sebagai kecelakaan pesawat komersial besar pertama di AS dalam hampir 16 tahun terakhir.

Kecelakaan pesawat komersial besar terakhir di AS terjadi pada Februari 2009 ketika sebuah pesawat Continental Airlines dari Newark, New Jersey, yang dioperasikan oleh Colgan Air menabrak sebuah rumah saat mendekati bandara di Buffalo, New York. Pesawat itu adalah Bombardier Q400. Empat puluh sembilan orang tewas dalam tragedi itu. Continental bergabung dengan United Airlines pada tahun 2010.

Sedangkan kecelakaan besar terakhir yang dialami American Airlines terjadi pada November 2001 di dekat Bandara Internasional John F Kennedy. Pesawat American Airlines Penerbangan No 587, sebuah Airbus A300, jatuh tak lama setelah lepas landas, menewaskan 265 orang. Pesawat itu menuju Santo Domingo di Republik Dominika. Pesawat itu jatuh di daerah Belle Harbor di Rockaways di wilayah Queens, New York City.
(mas)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz