STOCKHOLM - Polisi Swedia mengatakan sekitar 10 orang tewas dalam penembakan di satu kampus pendidikan di kota Orebro.
Ini adalah penembakan sekolah terburuk yang pernah terjadi di Swedia, tempat kekerasan di sekolah jarang terjadi. Tersangka pria bersenjata diyakini termasuk di antara korban tewas.
Rinciannya masih terus bermunculan, berikut ini berbagai fakta tentang penembakan itu:
1. Apa yang terjadi?
Polisi pertama kali menerima laporan tentang penembakan yang terjadi di Orebro, kota 200 km di sebelah barat Stockholm, pada pukul 12:33 waktu setempat (11:44 GMT) pada hari Selasa (4/2/2025).
Penembakan itu terjadi di Kampus Risbergska, sejenis sekolah untuk orang dewasa yang dikenal sebagai Komvux dalam bahasa Swedia, yang utamanya diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak menyelesaikan pendidikan dasar atau menengah. Ada sekolah-sekolah lain juga di kampus tersebut.
Guru-guru menggambarkan mendengar suara tembakan, yang menyebabkan mereka melarikan diri dari kelas atau membuat barikade di dalam.
Maria Pegado mengatakan kepada Reuters bahwa dia membawa semua 15 muridnya ke lorong dan mereka mulai berlarian.
"Saya melihat orang-orang menyeret korban luka keluar, pertama satu orang, lalu satu orang lagi. Saya menyadari bahwa itu sangat serius," ujar dia.
Guru lainnya, Lena Warenmark, mengatakan kepada penyiar publik SVT bahwa dia sedang berada di ruang kerjanya ketika mendengar suara tembakan.
"Ada beberapa tembakan pertama dalam waktu singkat, jeda sebentar, lalu beberapa tembakan lagi," papar dia.
Polisi mengunci enam sekolah dan satu restoran di daerah tersebut, dan orang-orang diminta menjauh atau tetap di dalam rumah mereka.
Rekaman di media sosial juga memperlihatkan siswa bersembunyi di bawah meja.
Dan video yang direkam dari balkon juga memperlihatkan suara tembakan yang dilepaskan secara cepat, saat orang-orang berhamburan.
2. Berapa Banyak Orang yang Tewas dan Terluka?
Polisi mengatakan "sekitar 10" orang tewas, tetapi menambahkan mereka "tidak bisa memberikan informasi lebih spesifik" tentang jumlahnya.
Semua korban tewas ditemukan di dalam gedung sekolah, menurut polisi dalam konferensi pers pada Selasa sore. Mereka yakin pria bersenjata itu termasuk di antara korban tewas.
Masih belum jelas berapa banyak orang yang terluka, tetapi menteri kehakiman Swedia mengatakan pada konferensi pers bahwa, "Banyak orang lainnya yang terluka."
Dalam beberapa jam pertama setelah serangan itu, terjadi kebingungan mengenai jumlah orang yang terluka.
Meskipun ada laporan media tentang korban, ketika polisi pertama kali memberikan pengarahan resmi pada pukul 15:30 waktu setempat, mereka hanya mengatakan lima orang telah terluka.
Media Swedia terus melaporkan beberapa orang telah meninggal, dan dalam pembaruan kedua pada pukul 18:00, polisi mengonfirmasi "sekitar 10" orang telah meninggal.
3. Apa yang Kita Ketahui tentang Pria Bersenjata Itu?
Polisi mengatakan penyerang itu adalah seorang pria yang mereka yakini telah bertindak sendiri. Dia diyakini termasuk di antara yang tewas.
Pelaku tidak dikenal polisi sebelum penembakan dan tidak memiliki hubungan dengan geng, menurut Roberto Eid Forest, kepala polisi setempat Orebro.
Petugas juga tidak percaya ada motif teror di balik serangan itu.
"Kami bekerja sama dengan dinas rahasia, tetapi sejauh yang saya tahu, pelakunya tidak diketahui polisi," ungkap Forest, saat ditanya apakah pelaku tinggal di Orebro.
Forest menambahkan dia "tidak dapat mengatakan apa pun tentang jenis senjata" yang digunakan "selain senjata api".
Saat ditanya tentang laporan pria bersenjata itu menembak dirinya sendiri, polisi mengatakan mereka tidak memiliki informasi apa pun tentang itu.
4. Apa yang Kita Ketahui tentang Para Korban?
Polisi mengatakan mereka masih berupaya mengidentifikasi mereka yang tewas.
Sekolah tempat kejadian tersebut menyediakan pendidikan orang dewasa kota, yang menurut badan pendidikan nasional Swedia diperuntukkan bagi orang berusia di atas 20 tahun yang tidak menyelesaikan sekolah dasar atau menengah.
Guru Ms Warenmark mengatakan ada sedikit siswa di sekolah pada hari Selasa karena banyak yang pulang setelah mengikuti ujian nasional.
5. Seberapa Jarang Penembakan di Sekolah di Swedia?
Sangat jarang. Meskipun pernah terjadi penembakan di sekolah di Swedia sebelumnya, penembakan tersebut tidak sebesar ini.
Perdana Menteri Ulf Kristersson mengatakan ini adalah "penembakan massal terburuk dalam sejarah Swedia", seraya mendesak masyarakat tidak berspekulasi tentang motifnya.
September lalu, terjadi penembakan di sekolah di selatan Stockholm, saat seorang anak berusia 15 tahun diduga telah melukai teman sekelasnya, meskipun serangan itu terkait dengan masalah kekerasan geng di Swedia.
Baca juga: Penembakan Terjadi di Sekolah Swedia, 10 Orang Tewas (sya)