floating-Paus Fransiskus Kritis...
Paus Fransiskus Kritis usai Idap Pneumonia, Kenali Cara Mencegahnya
Paus Fransiskus Kritis...
Paus Fransiskus Kritis usai Idap Pneumonia, Kenali Cara Mencegahnya
Minggu, 23 Februari 2025 - 20:00 WIB
JAKARTA - Paus Fransiskus dikabarkan dalam kondisi kritis usai mengidap pneumonia , infeksi pernapasan yang berpotensi mengancam nyawa. Vatikan mengumumkan bahwa kondisi kesehatan Paus semakin memburuk, bahkan hingga harus menjalani transfusi darah sebagai bagian dari upaya penanganan medis.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Paus Fransiskus mengidap pneumonia bilateral di kedua paru-parunya. "Kondisi Bapa Suci masih kritis, oleh karena itu, seperti yang dijelaskan kemarin, Paus belum sepenuhnya pulih. Pagi ini Paus Fransiskus mengalami krisis pernapasan asma yang berkepanjangan, yang juga memerlukan pemberian oksigen aliran tinggi," kata Vatikan.

"Pemeriksaan darah harian menunjukkan trombositopenia, yang terkait dengan anemia, yang memerlukan pemberian transfusi darah. (Kondisi) Bapa Suci tetap diwaspadai dan menghabiskan hari di kursi berlengan meskipun dia menderita lebih dari kemarin. Saat ini prognosisnya masih belum jelas," lanjutnya.

Apa Itu Pneumonia?



Baca Juga: Kondisi Paus Fransiskus Kritis

Paus Fransiskus Kritis...


Foto/dok SindoNews

Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di paru-paru. Infeksi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan atau nanah, yang berujung pada gejala seperti batuk berdahak, demam tinggi, menggigil, dan kesulitan bernapas.

Derajat keparahan pneumonia bisa bervariasi. Mulai dari ringan hingga mengancam jiwa, terutama pada bayi, anak kecil, lansia, dan mereka yang memiliki kondisi medis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Cara Mencegah Pneumonia



Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit serius ini seperti dilansir dari American Lung Association, Minggu (23/2/2025).

1. Vaksinasi



Vaksinasi merupakan pertahanan utama dalam mencegah pneumonia. Selain vaksin flu tahunan, vaksin pneumokokus direkomendasikan untuk melindungi dari infeksi bakteri penyebab pneumonia.

Anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan kronis seperti penyakit jantung, diabetes, atau gangguan pernapasan sebaiknya mendapatkan vaksin ini untuk mengurangi risiko komplikasi.

2. Cuci Tangan



Menjaga kebersihan tangan adalah cara sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran kuman. Cuci tangan dengan sabun secara rutin, terutama setelah batuk, bersin, menggunakan toilet, atau sebelum menyiapkan serta mengonsumsi makanan dapat membantu mengurangi paparan virus dan bakteri penyebab infeksi.

3. Jangan Merokok



Merokok dapat merusak jaringan paru-paru dan melemahkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi. Bagi perokok aktif, berhenti merokok serta mendapatkan vaksin tambahan terhadap pneumonia pneumokokus adalah langkah penting untuk menurunkan risiko terkena pneumonia.

4. Biasakan Hidup Sehat



Pola hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan rutin berolahraga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kebiasaan sehat tidak hanya membantu mencegah penyakit pernapasan seperti pneumonia, tetapi juga mendukung pemulihan lebih cepat bila terinfeksi virus atau bakteri.

Langkah-langkah pencegahan tersebut sangat penting, terutama pada masa meningkatnya kasus infeksi pernapasan dan bagi mereka yang rentan terhadap penyakit serius.

Baca Juga: Paus Fransiskus Didiagnosis Pneumonia Bilateral, Kenali Gejala dan Penyebabnya
(dra)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual