floating-AS Setop Pembiayaan...
AS Setop Pembiayaan Penjualan Senjata Baru ke Ukraina
AS Setop Pembiayaan...
AS Setop Pembiayaan Penjualan Senjata Baru ke Ukraina
Selasa, 04 Maret 2025 - 19:45 WIB
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menangguhkan pendanaan untuk penjualan senjata baru ke Ukraina, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Dalam artikel pada hari Senin (3/3/2025), publikasi tersebut mengatakan, “Washington telah menghentikan pembiayaan penjualan senjata baru ke Ukraina dan sedang mempertimbangkan membekukan pengiriman senjata dari persediaan AS."

Segera setelah memangku jabatan pada bulan Januari, Trump menangguhkan semua bantuan asing, termasuk bantuan militer, kecuali ke Israel dan Mesir, sambil menunggu peninjauan.

Sementara itu, Axios mengklaim Trump akan mengadakan pertemuan pada hari Senin sore mengenai konflik Ukraina, "termasuk kemungkinan penangguhan bantuan militer AS."

Menurut outlet media tersebut, Wakil Presiden AS J.D. Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz dan beberapa pejabat senior lainnya diperkirakan akan ambil bagian.

The Washington Post, mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya, memuat laporan serupa pada hari Senin, yang mengatakan Trump akan mengadakan pertemuan di kemudian hari untuk "membahas apakah akan mengakhiri bantuan militer ke Ukraina."

Surat kabar itu mengklaim selain menghentikan pengiriman senjata dan peralatan ke Kiev, penghentian pembagian informasi intelijen dan pelatihan bagi pasukan dan pilot Ukraina juga sedang dipertimbangkan.

Pada hari Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meramalkan perjanjian damai antara negaranya dan Rusia "masih sangat, sangat jauh."

Dia juga menyatakan keyakinannya meskipun terjadi pertikaian sengit dengan Trump dan Vance di Gedung Putih pada hari Jumat, "Ukraina memiliki kemitraan yang cukup kuat dengan Amerika Serikat" untuk menjaga agar bantuan tetap mengalir.

Mengomentari pernyataan pemimpin Ukraina itu di platform Truth Social miliknya, Presiden Trump menggambarkannya sebagai "pernyataan terburuk yang dapat dibuat Zelensky."

Dia lebih lanjut memperingatkan "Amerika tidak akan mentolerirnya lebih lama lagi," seraya menambahkan Zelensky "tidak menginginkan Perdamaian selama dia mendapat dukungan Amerika."

Berbicara kepada Fox News setelah akhir pekan, Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz mengisyaratkan, "Kesabaran rakyat Amerika tidak tak terbatas, dompet mereka tidak tak terbatas, dan persediaan serta amunisi kita tidak tak terbatas."

Pejabat itu menggambarkan Zelensky sebagai "masalah" karena penolakannya "membicarakan perdamaian."

"Waktu tidak berpihak padanya. Waktu tidak berpihak pada konflik yang terus berlanjut," tegas Waltz.

Dalam wawancara dengan outlet yang sama pada hari Minggu, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan pemimpin Ukraina telah diberi tahu dengan tegas selama pertemuan hari Jumat dengan Trump bahwa dukungan keuangan lebih lanjut akan bergantung pada kesediaan Ukraina merundingkan perdamaian dengan Rusia.

Baca juga: 3 Penyebab Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Retak, Salah Satunya karena Rusia
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS