floating-Perang Dagang Memanas,...
Perang Dagang Memanas, Trump akan Kunjungi China Bulan Depan
Perang Dagang Memanas,...
Perang Dagang Memanas, Trump akan Kunjungi China Bulan Depan
Selasa, 11 Maret 2025 - 20:36 WIB
BEIJING - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dapat bertemu paling cepat pada bulan April untuk membahas perang dagang yang meningkat dan berbagai masalah bilateral lainnya.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan hal itu pada hari Senin (10/3/2025), mengutip sumber diplomatik.

Pertemuan pertama dapat berlangsung di China, tetapi diskusi tentang lokasi akhir masih berlangsung, menurut sumber media tersebut.

Trump dilaporkan telah menunjukkan minat menjamu Xi di Mar-a-Lago di Florida, yang mengingatkan pada pertemuan mereka tahun 2017.

Namun, pejabat China lebih menyukai suasana yang lebih formal, baik di Beijing atau Washington, DC, untuk menggarisbawahi pentingnya pembicaraan tersebut, SCMP melaporkan.

Sejak menjabat pada tanggal 20 Januari, Trump telah menggandakan tarif pada semua impor China dari 10% menjadi 20%, di samping bea masuk yang ada pada ribuan produk, dengan alasan perlunya melindungi kepentingan Amerika dan mengatasi kekhawatiran atas ketidakseimbangan perdagangan.

Sektor-sektor utama yang terpengaruh termasuk baja, aluminium, dan berbagai barang konsumen.

Sebagai tanggapan, China telah mengenakan tarifnya sendiri mulai dari 10% hingga 15% pada produk pertanian dan komoditas energi AS.

Pemerintah China juga mengkritik pendekatan Washington, dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi menyatakan kebijakan tersebut membawa dunia kembali ke "hukum rimba."

Pada bulan Februari, Trump mengindikasikan kesepakatan perdagangan baru dengan China mungkin terjadi dan menyebutkan prospek Xi mengunjungi Amerika Serikat, meskipun tidak ada jadwal spesifik yang diberikan.

Ketegangan perdagangan antara AS dan China dimulai selama masa jabatan pertama Trump.

Pada tahun 2018, dia mengenakan tarif pada barang-barang China, dengan alasan praktik perdagangan yang tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual.

Beijing menanggapi dengan tindakan pembalasan, yang memicu siklus tindakan yang mengganggu pasar global dan rantai pasokan.

Baca juga: Keluarga Sandera Israel Beri Netanyahu Waktu 24 Jam untuk Setop Pemutusan Listrik Gaza
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout