JAKARTA - Hymne
Kopassus atau Hymne Komando merupakan salah satu simbol kebanggaan yang dimiliki Korps Baret Merah. Terdapat sejumlah fakta menarik terkait Hymne Komando yang belum banyak orang tahu, mulai dari lirik hingga penciptanya.
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sendiri sangat populer di kalangan masyarakat sebagai salah satu pasukan khusus yang dimiliki TNI. Korps milik Angkatan Darat tersebut dikenal karena kemampuan tempurnya dan sering ditugaskan dalam operasi berbahaya.
Baca juga: 4 Letjen TNI Berkarier Moncer Teman Seangkatan Panglima TNI Lulusan Akmil 1991 Namun jarang orang tahu jika Kopassus rupanya memiliki Hymne sendiri. Hymne adalah lagu pujian yang dinyanyikan untuk mengungkapkan rasa hormat, penghormatan, berikut ini beberapa faktanya.
3 Fakta Menarik Hymne Kopassus
1. Lirik Hymne Komando
Lagu : Hymne Komando
Sigap nan tegap waspada dan wibawaPrajurit Komando berjiwa Satria
Bagi Nusa bangsa dan negara
Pantang kan menyerah di medan laga
Di bawah Dwi Warna Sang PanjiDi atas Persada negri kamiDemi Tuhan kami ini berjanjiRela binasa membela ibu pertiwiIndonesia kami pujaTanah Air kami cintaBaret Merah jiwa hambaSudah janji kita semuaLebih baik pulang nama daripada. Gagal di Medan Laga.2. Makna Hymne Kopassus
Makna lagu "Hymne Komando" sarat dengan nilai-nilai patriotisme, pengabdian, dan semangat juang yang tinggi. Lagu ini mencerminkan sikap dan jiwa seorang prajurit pasukan komando yang siap berkorban demi bangsa dan negara.
Terdapat juga representasi dari semangat pantang menyerah dalam menghadapi segala bentuk pertempuran atau tantangan. “Dwi Warna Sang Panji” merujuk pada bendera Merah Putih, simbol kehormatan dan semangat nasionalisme yang menjadi sumber kekuatan para prajurit.
Baret Merah merupakan simbol pasukan khusus, menunjukkan identitas dan kebanggaan sebagai bagian dari prajurit elit.
Hymne Komando bukan sekadar lagu, tetapi mantra semangat bagi prajurit Komando yang menggambarkan keberanian, cinta tanah air, kesetiaan, dan kehormatan.
3. Diciptakan Titiek Puspa
Pada saat menghadiri pemakaman Titiek Puspa, mantan Komandan Jenderal Kopassus, Agum Gumelar sempat mengungkapkan jika lagu Hymne Komando adalah hasil karya almarhumah. Ia juga menjelaskan jika munculnya sejumlah pasukan baret merah di pemakaman adalah sebagai bentuk dari penghormatan.
"Kalau kalian lihat prajurit Baret Merah disini, itu karena Hymne Komando atau Hymne Baret Merah adalah ciptaan dari eyang Titiek atau Titiek Puspa," ungkap Agum Gumelar.
Titiek Puspa sendiri telah dikenal sebagai artis dan penyanyi senior di Indonesia yang sudah berkarier selama puluhan tahun sebagai seniman. Pada 10 April 2025, beliau dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.
Meninggalnya Titiek Puspa di usia 87 tahun ini lantas meninggalkan duka mendalam untuk semua orang, mengingat jasa dan karyanya sudah sangat membekas di hati masyarakat.
(cip)