JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masuk kembali dalam daftar saham indeks IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20) dengan catatan yield dividen tertinggi dalam sejarah perusahaan.
IDXHIDIV20 merupakan indeks yang memuat 20 saham dengan riwayat pembagian dividen tunai yang stabil selama tiga tahun terakhir serta memiliki yield dividen yang tinggi. Berdasarkan pembaruan indeks terbaru yang berlaku mulai 5 Februari 2025 hingga 3 Februari 2026, UNVR kembali menjadi salah satu komponennya.
Langkah ini memperkuat reputasi Unilever Indonesia sebagai perusahaan yang konsisten membagikan dividen selama lebih dari tiga dekade. Sejak 1992, Unilever tidak pernah absen membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya, menjadikannya salah satu emiten paling stabil di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga: Transformasi Bisnis Unilever Dinilai Tepat Respons Perubahan Pasar Kinerja positif UNVR tak lepas dari strategi pemulihan agresif yang dilakukan perusahaan. Di antaranya melalui reposisi portofolio produk, efisiensi operasional di berbagai lini, serta ekspansi distribusi pasar. Perusahaan juga melakukan rotasi kepemimpinan guna menjawab kebutuhan bisnis jangka panjang.
Hasil dari strategi tersebut mulai terlihat pada laporan keuangan tahun 2024. Unilever mencatatkan laba per saham (EPS) sebesar Rp88,30. Dari jumlah tersebut, sebagian telah dibagikan dalam bentuk dividen interim, sementara sisa yang berpotensi menjadi dividen final mencapai Rp47,30 per saham.
Bila dihitung berdasarkan harga saham UNVR pada penutupan perdagangan 15 April 2025 sebesar Rp1.340, maka yield dividen final mencapai 3,40%, dan secara tahunan, total yield dividen mencapai 6,59%. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pembagian dividen yang tinggi menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap pemegang saham.
"Konsistensi Unilever dalam membagikan dividen menunjukkan loyalitas pada investor. Untuk jangka panjang, prospek bisnis UNVR masih sangat menarik," ujarnya.
Baca Juga: Di Tengah Persaingan Ketat, Unilever Indonesia Bukukan Laba Rp3 Triliun Selain dari sisi fundamental, saham UNVR juga menunjukkan performa yang mengesankan. Dalam satu bulan terakhir, saham ini mencatatkan kenaikan harga lebih dari 10%. Hal ini menjadi sinyal optimisme pasar terhadap pemulihan kinerja Unilever Indonesia.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan ada sejumlah kriteria untuk masuk dalam IDXHIDIV20.
"Penilaiannya meliputi pembagian dividen tiga tahun terakhir, besaran dividend yield, nilai transaksi, serta kapitalisasi pasar free float," katanya.
Ia menambahkan, setiap faktor memiliki bobot tersendiri, sehingga penilaian tidak hanya bergantung pada besar kecilnya yield dividen semata. Dengan posisi terbarunya di IDXHIDIV20 dan kinerja yang membaik, saham Unilever Indonesia dinilai sebagai opsi investasi defensif yang menjanjikan, terutama di tengah ketidakpastian kondisi pasar global.
(nng)